Viral! Kamar Kos Berhantu, Cerita Penghuni dan Video Anak Bermain Sendirian Bikin Merinding

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini video TikTok @sahabatawan soal kamar kos berhantu menjadi viral. Pemilik akun tersebut menceritakan pengalamannya tinggal di kamar tersebut.

Dalam videonya, @sahabatawan menampilkan suasana kamar kosnya. Usut punya usut ternyata sudah banyak penghuni yang tak betah tinggal di kos tersbeut.

“Ini adalah kos-kosan ku gaes, aku baru menempati. Katanya banyak yang menempati di kosan ini tapi sebentar keluar karena tidak kerasan,” kata pemilik akun TikTok sahabatawan.

Sekilas tampak biasa saja dan tak ada yang aneh. Namun, sang pemikik akun tersebut mengatakan kerap menemukan rambut panjang di kamar mandi, padahal penghuninya pria semua.

“Setiap pagi banyak rambut panjang di kamar mandi,” tulisnya dalam video.

Tak hanya itu, saat mandi pun ia merasa ada yang mengawasi dari bagian atas kamar mandi. Ia lantas meminta tolong ke netizen yang memiliki kemampuan supranatural untuk melihat sosok apakah yang ada di kosnya itu.

@sahabatawan

Bantuin aku untuk anak INDIGO.. AKU SANGAT RESAH DENGAN ULAN PENUNGGU SINI #sahabatawan #berandafyp

♬ bangbang wetan srengengene muncul – ⭐_Dey_ka™ ⭐?

Netizen yang melihat video ini pun menuliskan beragam komentar. Tak sedikit yang mengatakan bahwa sosok penunggu kamar kosnya adalah seorang wanita.

“Kuntilanak lah. Pas buka pintu juga dapurnya anyep dingin. Rambut panjang di lantai seperti rontok, itu dia kasih tahu bahwa tempat itu kawasan dia,” kata akun Deulisha.

“Itu deket dapur ada cewek rambut panjang nangis. Kayaknya korban pembunuhan kak,” tulis panggil aja adittt.

Karena videonya viral, ia kemudian membagikan video lainnya yang menampilkan keterangan dari penghuni sekitar. Menurut cerita, pernah ada cewek yang tewas bunuh diri di kamar mandi.

@sahabatawan

Kisah pilu pernah terjadi di sini.. aku nangis mendengarkan cerita ibu itu #sahabatawan #fypbali #berandafyp

♬ Music Box – Nicolas Nadar

Dalam video lainnya, ia merekam anak kecil yang bermain sendirian dengan ceria. Saat itu, mainan berbentuk sapi yang ada di dekat anak itu bergerak sendiri.

@sahabatawan

Kisah pilu pernah terjadi di sini.. aku nangis mendengarkan cerita ibu itu #sahabatawan #fypbali #berandafyp

♬ Music Box – Nicolas Nadar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini