Pilpres 2019, Ma’ruf Amin: Masyarakat Jawa Barat Wajib Pilih Keturunan Sunda

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Sejarah Sunda mencatat nama Umar Wirahadikusumah pernah menjabat Wakil Presiden RI. Kini di era milenial, sejarah tersebut akan terulang dengan terpilihnya salah satu keturunan asli Jawa Barat , yakni Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden periode 2019-2024.

Untuk mewujudkan hal tersebut, calon wakil presiden nomor urut 01 itu mengajak masyarakat Jawa Barat untuk memilih dirinya dan Jokowi sebagai pemimpin rakyat Indonesia.

“Kalau ada orang Cirebon, orang Jawa Barat tidak milih calonnya yang turunan Sunda, innalillahi wainna illahi rojiun. Kelewatan. Pokoknya kalau sampai tidak milih, kelewatan,” ujar Ma’ruf di Jakarta, Senin 25 Februari 2019.

Pada kesempatan itu dirinya mengaku bangga terhadap Jokowi. Sebab, selain memberikan perhatian lebih terhadap golongan islam. Jokowi diakui Ma’ruf memberikan kepercayaan terhadap kaum ulama.

“Pak Jokowi bisa saja milih bukan ulama, tentara bisa, profesional bisa, politisi bisa, pengusaha bisa. Tapi beliau tidak milih mereka, tapi milih saya, Alhamdulilllah,” ucap Ma’ruf.

Ma’ruf menyebut banyak jasa Jokowi pada umat Islam. Satu di antaranya yakni penetapan hari santri pada 22 Oktober. Karena itu, Ia sangat menentang stigma yang menyebut Jokowi anti islam.

Berita Terbaru

Langkah Besar Negara: UU PPRT Lindungi Pekerja Rentan

Oleh: Dwi Saputri*)Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) menjadi tonggak strategis dalam memperkuat arsitektur ketenagakerjaan nasional yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan. Regulasi ini mencerminkan kemajuan signifikan dalammemastikan bahwa seluruh bentuk pekerjaan, termasuk sektor domestik, mendapatkanpengakuan, perlindungan, dan kepastian hukum yang setara. Negara menegaskankomitmennya untuk menghadirkan sistem kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga menjunjung tinggi martabat manusia.Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, menegaskan bahwa pengesahan UU PPRT merupakan capaian penting dalam perjalanan bangsa menuju sistem ketenagakerjaanyang lebih berimbang. Kebijakan ini mencerminkan keberpihakan negara terhadappekerja rumah tangga sebagai bagian integral dari pembangunan nasional. Momentum ini sekaligus memperkuat nilai-nilai kesetaraan dan keadilan sosial, serta menjadisimbol hadirnya negara dalam melindungi seluruh lapisan masyarakat.UU PPRT menghadirkan jaminan perlindungan yang komprehensif bagi pekerja rumahtangga. Hak atas jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan kini menjadi bagiandari sistem yang terintegrasi, didukung dengan akses terhadap pendidikan dan pelatihan vokasi guna meningkatkan kapasitas dan profesionalitas. Selain itu, pengaturan hubungan kerja yang lebih jelas menciptakan kepastian dan transparansi, sehingga mendorong terciptanya ekosistem kerja yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan.Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menegaskanbahwa UU PPRT...
- Advertisement -

Baca berita yang ini