Perayaan Ulang Tahun Jungkook BTS di Busan Tuai Kecaman dari K-Netz, Kenapa?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tanggal 1 September 2020 kemarin, Jungkook BTS genap berusia ke-24 (menurut perhitungan Korea). Ulang tahunnya pun dirayakan secara besar-besaran di Haeundae, Busan, oleh klub penggemar Tiongkok.

Busan sendiri adalah kota kelahiran bagi member termuda BTS itu. Menurut pejabat Haeundae di Busan, penggemar Tiongkok mengadakan acara kembang api besar-besaran di lepas pantai Haeundae selama kurang lebih sepuluh menit.

Berdasarkan laporan, gelaran acara tersebut sudah diizinkan oleh kepala distrik tersebut. Izin ini doberikan karena acara kembang api akan disiarkan secara online untuk para penggemar di luar negeri.

Menurut infornasi, tidak akan ada pertemuan offline dan tidak akan ada penggemar Tiongkok yang memasuki negara tersebut. Video kembang api telah diposting di YouTube dan situs lain.

Sayangnya, perayaan ulang tahun Jungkook oleh penggemar Tiongkok memicu kemarahan netizen Korea alias K-Netz. Mereka membanjiri halaman artikel Busan Ilbo via Naver dengan komplain.

“Aku sudah lama tinggal dengan Haeundae dan berpikir konyol bahwa mereka memberikan izin seperti ini untuk ulang tahun selebriti.”

“Semua orang sibuk melawan hidup dan mati karena virus saat ini dan kalian benar-benar mengadakan pesta kembang api untuk merayakan ulang tahun selebriti? Apakah kalian gila? Kepala Haeundae perlu bangun karena dia jelas tidak bisa memberikan izin ini dengan pikiran yang waras. Meskipun seharusnya streaming di YouTube, Anda pasti sudah tahu bahwa orang-orang akan mulai berkumpul untuk menontonnya di pantai. Jika ada kasus yang dikonfirmasi keluar dari ini, kesalahan ada pada Anda.”

“Aku bukan anti, aku hanya seseorang yang tinggal di Busan yang mulai mencari apa yang terjadi karena semua kebisingan. Aku terbangun karena suara guntur. Ini jelas bukan pertunjukan kecil karena aku bisa mendengarnya dari lingkunganku. Bagaimana kota bahkan mengizinkan sesuatu dari skala ini?”

“Sobat, aku mendengar suara itu dan mulai mencari apakah topan telah mendarat karena semua suara guntur tapi ini semua hanya pertunjukan kembang api di hari ulang tahun penyanyi? Apakah kalian orang yang waras?”

“Sebagai seseorang yang tinggal di Haeundae, ini tidak hanya konyol tapi juga membuat marah. Aku tiba-tiba mulai mendengar suara keras di luar jadi aku melihat keluar untuk melihat kembang api? Haeundae telah mengalami masa-masa sulit akibat semua banjir dan harus menutup banyak fasilitas, dan ada lebih banyak kasus yang dikonfirmasi hari ini juga. Apakah kalian benar-benar berharap warga sipil Haeundae akan merayakan ulang tahun selebriti dengan kembang api pada saat seperti ini? Terutama ketika orang-orang di seluruh dunia sudah menyadari pengaruh Haeundae terhadap kasus yang meningkat? Kalian benar-benar memberi izin kepada Tiongkok untuk mengadakan kembang api di pantai kami? Di negara mana kota ini bekerja jika bukan karena kita?”

“Selama masa hidup dan mati ini, kalian benar-benar melempar kembang api untuk beberapa selebriti, tidak hanya ini tidak dipikirkan tapi juga menyedihkan.”

“Menurut kalian apa yang kalian lakukan? Jika ini dilakukan oleh fans Tiongkok, kenapa mereka tidak bisa melakukannya di negara mereka sendiri? Apa yang mereka lakukan di Korea? Dan siapa yang memberi mereka izin ini?”

“Aku tinggal di Haeundae dan kupikir topan telah mendarat lebih awal. Jantungku berdegup kencang. Apakah benar-benar perlu mengizinkan acara keras seperti itu pada saat seperti ini? Kedua pihak bertindak konyol dan menyedihkan, satu sisi membiarkannya dan sisi lainnya melakukannya.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi: Dari Sumber Daya ke Kesejahteraan Rakyat

Oleh: Bima Cahya Saputra *)Hilirisasi sumber daya alam telah menjadi poros penting dalam strategi pembangunan ekonomiIndonesia yang berorientasi pada nilai tambah. Selama bertahun-tahun, pola ekonomi berbasisekspor bahan mentah menempatkan Indonesia dalam posisi rentan terhadap fluktuasi hargaglobal dan ketergantungan pada industri luar negeri. Oleh karena itu, transformasi menujuhilirisasi bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan kebutuhan struktural untuk memperkuatfondasi ekonomi nasional. Dalam konteks ini, hilirisasi menjadi jembatan yang menghubungkan kekayaan sumber daya dengan peningkatan kesejahteraan rakyat secarakonkret. Dengan arah kebijakan yang tepat, Indonesia memiliki peluang besar untuk keluardari jebakan negara pengekspor bahan mentah menuju negara industri yang berdaya saingtinggi.Lebih lanjut, sektor kelapa sawit menjadi contoh konkret bagaimana hilirisasi mampumenggerakkan roda ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan. Kementerian Pertanian melalui Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Moch Arief Cahyono, menegaskan bahwahilirisasi crude palm oil merupakan strategi kunci dalam memperkuat ekonomi nasionalsekaligus mendorong kemandirian energi. Indonesia yang menguasai lebih dari 60 persenproduksi global CPO memiliki posisi tawar strategis untuk mengendalikan rantai nilai industrisawit dunia. Dengan memperkuat sektor hilir, Indonesia tidak lagi hanya menjadi pemasokbahan baku, tetapi bertransformasi menjadi produsen produk turunan bernilai tinggi sepertibiodiesel dan oleokimia. Lebih lanjut, Moch Arief Cahyono juga menekankan bahwa kekuatan sumber daya sawit yang dimiliki Indonesia membuka peluang besar untuk menentukan arah pasar energi alternatifglobal yang lebih berkelanjutan. Tingginya kebutuhan dunia terhadap energi berbasis nabatimenjadikan Indonesia sebagai aktor kunci dalam transisi energi global. Dalam kerangkatersebut, hilirisasi tidak hanya memperkuat struktur industri nasional, tetapi juga menciptakanefek ekonomi berantai yang luas. Lapangan kerja baru terbuka, investasi meningkat, sertaaktivitas ekonomi daerah ikut terdorong secara signifikan. Dengan demikian, hilirisasi sawittidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan kesejahteraan.Di sisi lain, penguatan hilirisasi pada sektor energi, khususnya minyak dan gas, menjadilangkah strategis dalam memperkokoh ketahanan ekonomi nasional. Pengamat KebijakanPublik, Dr. Eko Wahyuanto, menilai bahwa penguasaan hilirisasi migas berbasis industri hijaumerupakan visi pembangunan yang bertujuan memutus rantai eksploitasi bahan mentahdomestik. Transformasi dari sektor hulu ke hilir akan mengubah wajah Indonesia dari negara konsumen menjadi negara produsen energi bernilai tambah. Dengan membangun industri yang memiliki kedalaman struktur dari hulu hingga hilir, Indonesia akan memiliki daya tahanekonomi yang lebih kuat. Hal ini menjadi krusial di tengah dinamika global...
- Advertisement -

Baca berita yang ini