Akselerasi Sekolah Rakyat Dipercepat, Jangkauan Pendidikan Bermutu Meluas

Baca Juga

Mata Indonesia, Bandung – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum terus mengakselerasi pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pendidikan bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat.

Salah satu proyek strategis tersebut tengah berlangsung di Kabupaten Bandung, yang menjadi bagian dari 101 titik pembangunan Sekolah Rakyat secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Percepatan ini dilakukan untuk memastikan fasilitas pendidikan dapat segera dimanfaatkan pada tahun ajaran baru, sekaligus menjawab kebutuhan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dan kelompok rentan.

Dalam kunjungan kerja spesifik bersama Komisi V DPR RI di Soreang, Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga pada kualitas. Ia menyampaikan bahwa pembangunan yang dimulai sejak Desember 2025 ditargetkan selesai lebih cepat dari jadwal semula.

“Untuk mencapai target tersebut, diperlukan upaya percepatan melalui penambahan tenaga kerja maupun peralatan. Di sisi lain, masih terdapat beberapa kendala di lapangan seperti pembebasan lahan dan perizinan yang perlu mendapat dukungan bersama,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Bisma Staniarto menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat telah dirancang dengan standar tinggi yang mencakup aspek keselamatan, kenyamanan, dan kesehatan. Ia mengungkapkan bahwa struktur bangunan menggunakan pondasi pancang hingga kedalaman 12 meter guna memastikan ketahanan terhadap kondisi lingkungan, termasuk potensi gempa bumi.

“Progres pembangunan saat ini mencapai 29%, sedikit di bawah rencana yaitu 30%. Namun kami optimis dapat mengejar ketertinggalan melalui percepatan pekerjaan agar target penyelesaian pada Juni 2026 tetap tercapai,” jelasnya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari pemerintah daerah. Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam menyukseskan pembangunan Sekolah Rakyat.

Ia menyampaikan bahwa Pemkab Bandung telah menyiapkan lahan tambahan di kawasan Ciwidey untuk pengembangan ke depan.

“Kami siap berkolaborasi dan mendukung penuh agar program ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Robert Rouw menekankan pentingnya menjaga kualitas dalam setiap tahapan pembangunan. Ia mengingatkan bahwa percepatan proyek tidak boleh mengorbankan standar konstruksi.

“Percepatan pembangunan tidak boleh mengabaikan kualitas. Konstruksi harus benar-benar diperhatikan agar bangunan dapat bertahan dalam jangka panjang dan aman terhadap tantangan alam seperti gempa bumi,” tegasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi: Dari Sumber Daya ke Kesejahteraan Rakyat

Oleh: Bima Cahya Saputra *)Hilirisasi sumber daya alam telah menjadi poros penting dalam strategi pembangunan ekonomiIndonesia yang berorientasi pada nilai tambah. Selama bertahun-tahun, pola ekonomi berbasisekspor bahan mentah menempatkan Indonesia dalam posisi rentan terhadap fluktuasi hargaglobal dan ketergantungan pada industri luar negeri. Oleh karena itu, transformasi menujuhilirisasi bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan kebutuhan struktural untuk memperkuatfondasi ekonomi nasional. Dalam konteks ini, hilirisasi menjadi jembatan yang menghubungkan kekayaan sumber daya dengan peningkatan kesejahteraan rakyat secarakonkret. Dengan arah kebijakan yang tepat, Indonesia memiliki peluang besar untuk keluardari jebakan negara pengekspor bahan mentah menuju negara industri yang berdaya saingtinggi.Lebih lanjut, sektor kelapa sawit menjadi contoh konkret bagaimana hilirisasi mampumenggerakkan roda ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan. Kementerian Pertanian melalui Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Moch Arief Cahyono, menegaskan bahwahilirisasi crude palm oil merupakan strategi kunci dalam memperkuat ekonomi nasionalsekaligus mendorong kemandirian energi. Indonesia yang menguasai lebih dari 60 persenproduksi global CPO memiliki posisi tawar strategis untuk mengendalikan rantai nilai industrisawit dunia. Dengan memperkuat sektor hilir, Indonesia tidak lagi hanya menjadi pemasokbahan baku, tetapi bertransformasi menjadi produsen produk turunan bernilai tinggi sepertibiodiesel dan oleokimia. Lebih lanjut, Moch Arief Cahyono juga menekankan bahwa kekuatan sumber daya sawit yang dimiliki Indonesia membuka peluang besar untuk menentukan arah pasar energi alternatifglobal yang lebih berkelanjutan. Tingginya kebutuhan dunia terhadap energi berbasis nabatimenjadikan Indonesia sebagai aktor kunci dalam transisi energi global. Dalam kerangkatersebut, hilirisasi tidak hanya memperkuat struktur industri nasional, tetapi juga menciptakanefek ekonomi berantai yang luas. Lapangan kerja baru terbuka, investasi meningkat, sertaaktivitas ekonomi daerah ikut terdorong secara signifikan. Dengan demikian, hilirisasi sawittidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan kesejahteraan.Di sisi lain, penguatan hilirisasi pada sektor energi, khususnya minyak dan gas, menjadilangkah strategis dalam memperkokoh ketahanan ekonomi nasional. Pengamat KebijakanPublik, Dr. Eko Wahyuanto, menilai bahwa penguasaan hilirisasi migas berbasis industri hijaumerupakan visi pembangunan yang bertujuan memutus rantai eksploitasi bahan mentahdomestik. Transformasi dari sektor hulu ke hilir akan mengubah wajah Indonesia dari negara konsumen menjadi negara produsen energi bernilai tambah. Dengan membangun industri yang memiliki kedalaman struktur dari hulu hingga hilir, Indonesia akan memiliki daya tahanekonomi yang lebih kuat. Hal ini menjadi krusial di tengah dinamika global...
- Advertisement -

Baca berita yang ini