Daftar Artis Lokal yang Terjun ke Dunia Esports

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Meski terbilang belia, ternyata bisnis di industri esports cukup menyita perhatian sejumlah artis tanah air. Bahkan kini sejumlah publik figur sudah masuk dan membentuk timnya sendiri.

1. Olla Ramlan (ORS Esports)
Selebriti cantik Olla Ramlan ternyata juga suka bermain gim online. PUBG Mobile dan Mobile Legends menjadi dua gim yang sering dimainkannya. Bukan hanya sebatas bermain gim, Olla Ramlan juga membentuk tim esports sendiri yakni Olla Ramlan Squad Esports.

 Daftar Artis Lokal yang Terjun ke Dunia Esports

Tim ini memiliki dua divisi yaitu PUBG Mobile dan Mobile Legends. Dua divisi ini diisi oleh player-player yang punya skill bagus untuk bersaing di turnamen esports tanah air. Untuk divisi PUBG Mobile ORSquad Star diisi oleh ZartexX, Rabiar, Rusher dan iNviC. Tim ini diisi oleh anak-anak muda yang memang punya bakat dalam bermain gim.

Sementara ORSquad Jade yang berisi female player diisi oleh Mou, Tokyo, Aira dan Ara. Tim ini bisa dibilang jadi primadonanya, karena jarang ada tim esports yang semua anggotanya merupakan wanita. Untuk divisi Mobile Legends di ORSEsports, diisi oleh Mirza Noor, Juari Pasarin, Reza Artawijaya, Itsbert, Wahyu Hidayat dan juga Try Novian.

2. Raffi Ahmad (RANS Esports)

Raffi Ahmad juga termasuk artis yang melakukan respon cepat terhadap perkembangan industri segar ini. Setelah sebelumnya, melakukan ekspansi menjadi seorang YouTuber.

 Daftar Artis Lokal yang Terjun ke Dunia Esports

Ayah dari Rafathar ini membentuk tim esports yang bernama RANS Esports. Saat ini, RANS Esports memiliki divisi PUBG Mobile yang diisi oleh player yang berusia muda. Tim ini beranggotakan Regun, Mystic, Boldosa, Kal dan Enryuga.

Meski baru dibentuk beberapa waktu lalu, prestasi yang diperoleh tim ini cukup membanggakan. RANS Esports berhasil menjadi wakil Kalimantan Selatan dalam putaran pada Final Tri Borneo Championship 2020. Selain itu mereka juga sempat masuk ke babak final Logistic Tournament Online Championship Season 2.

3. Reza ‘Arap’ Oktovian (WAW Esports & Morph Team)

Sosok Reza ‘Arap’ Oktovian sudah tidak asing lagi dalam dunia gaming. YouTuber gaming yang satu ini sejak beberapa tahun lalu menjadi idola banyak gamers. Ia juga disebut sebagai sosok yang membawa gim online berkembang cukup cepat. Karena dengan video-videonya di YouTube, banyak orang kini aktif bermain gim.

 Daftar Artis Lokal yang Terjun ke Dunia Esports

Beberapa waktu yang lalu, Reza Oktovian sempat menjadi perbincangan di kalangan di dunia esports. Dimulai sejak ia membentuk tim esports sendiri yang bernama WAW (We Against The World) Esports.

Tim ini sebenarnya punya divisi yang lengkap, seperti AOV, PUBG Mobile, Fortnite, hingga Mobile Legends. Salah satu prestasi yang mengejutkan adalah menjuarai turnamen ANC 2018. Tapi sayangnya, tim ini akhirnya bubar setelah Reza Oktovian membentuk tim barunya.

Saat ini, Reza Oktovian sedang fokus dengan tim barunya, Morph Team. Ia bekerja sama dengan rekannya, Ahmad Priyadi untuk membangun tim ini. Morph Team memiliki beberapa divisi seperti PUBG Mobile, APEX Legends, Mobile Legends, Console Game dan masih banyak lagi kedepannya. Tim ini pernah menjadi juara dalam turnamen Dunia Games League 2020 untuk divisi PUBG Mobile.

4. Ariel Noah (The Pillars Esports)

Diam-diam Ariel Noah juga punya hobi bermain gim. Saking cintanya pada gim, ia juga membuat tim esports sendiri yang bernama The Pillars Esports.

Ia mengaku sejak dulu merupakan seorang gamer, beberapa gim yang pernah dimainkannya seperti Nintendo, Sega hingga Atari. Ketika beranjak dewasa, ia mulai bermain gim online seperti Ragnarok.

 Daftar Artis Lokal yang Terjun ke Dunia Esports

Melalui tim esports-nya ini, gim Free Fire menjadi divisi pertama yang dibentuk. Divisi ini sempat diisi oleh beberapa pemain hebat seperti Aditya ‘Fluxys’ Maulana, Akrim ‘Azura’ Fajri, Edo ‘Kitket’ Saputra, Ramadhan ‘Skyzeeroo’ Saputra, dan ‘Geral’ Geraldio. Tapi sayangnya, pada 8 Maret 2020 The Pillars Esports membubarkan divisi Free Fire yang baru beberapa bulan terbentuk ini.

Ariel Noah kemudian membentuk divisi PUBG Mobile, yang dikenal dengan The Pillars Slayer. Divisi ini diisi oleh Rusli “BoboHoo” Jaya (Captain), Kevin “Kental” (Rusher 1), Muhammad “Bobbs” Yurriansyah Yasqi (Rusher 2), Ahmad “Argenta” Muladi (Scout & Support) dan Safira Dwi “ShaSha” Safitri (Support & Sniper).

Tim ini telah berpartisipasi dalam turnamen Grand Final Dunia Games League (DGL) 2020 hingga PUBG Mobile Pro League (PMPL) 2020. Prestasi membanggakan diperoleh pada turnamen DGL 2020, dimana The Pillars Slayer sukses mengalahkan tim sekelas Bigetron Red Alien dan Cylo Esports untuk mendapatkan satu Winner Chicken Dinner.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teror di Balik Dalih Perjuangan: Mengutuk Aksi Biadab OPM yang Menumbalkan Masa Depan Anak Papua

Oleh: Silas Tabuni *) Papua kembali berduka. Ruang kelas yang seharusnya menjadi persemaian peradaban dan masa depan bangsa justru ternoda oleh aksi kekerasan yang melampaui batas kemanusiaan. Peristiwayang terjadi di Sekolah Yakpesmi, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo pada Senin pagi, 2 Februari 2026, bukan sekadar catatan kriminal biasa. Pembunuhan keji terhadap Frengki, seorang tenaga kependidikan yang tengah mendedikasikan hidupnya untuk memperbaiki fasilitasbelajar siswa, adalah serangan langsung terhadap nalar publik dan martabat bangsa. Aksi brutal yang dilakukan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM), atau yang seringmengatasnamakan diri sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), menegaskan bahwa kelompok ini tidak lagi berjuang demi rakyat, melainkan telah menjadimesin teror yang menghambat kemajuan Papua. Kejadian bermula ketika ketenangan sekolah pecah oleh suara tembakan. Frengki, pria berusia55 tahun yang dikenal sebagai sosok pekerja keras, berusaha menyelamatkan diri ke ruang guru saat para pelaku mengejarnya. Meski sempat ada upaya penghalangan dari rekan sejawatnya, Dason Wakla, keganasan para pelaku tidak terbendung. Frengki tewas dengan luka senjata tajamdi tempat yang seharusnya menjadi ruang paling aman bagi para pendidik. Tindakan inimerupakan puncak dari demanusiualisasi yang dilakukan oleh OPM, di mana nyawa manusiadianggap sebagai komoditas politik yang murah. Narasi yang dibangun oleh TPNPB Kodap XVI Yahukimo setelah kejadian tersebut adalah polalama yang sangat klise dan tidak berdasar. Melalui siaran persnya, kelompok ini secara sepihakmelabeli korban sebagai agen intelijen negara yang menyamar. Klaim tak berdasar ini adalahupaya putus asa untuk melegitimasi pembunuhan warga sipil di mata internasional. Tanpa buktihukum maupun administratif yang valid, pelabelan "intelijen" menjadi vonis mati instan yang dikeluarkan oleh kelompok bersenjata tanpa proses peradilan apa pun. Sebaliknya, faktalapangan menunjukkan bahwa Frengki adalah warga sipil murni yang direkrut pihak sekolahsejak Desember 2025 untuk membantu pengadaan kursi dan meja belajar. Ia bukan aparat, bukanpemegang senjata, dan sama sekali tidak memiliki rekam jejak militer. Klaim sepihak Mayor Kopitua Heluka yang menyatakan Yahukimo sebagai zona perang danmemerintahkan penutupan fasilitas publik seperti sekolah serta rumah sakit adalah bentukpembangkangan terhadap hak asasi manusia yang paling dasar. Menginstruksikan wargapendatang untuk angkat kaki dan mengancam keselamatan siapa pun yang bekerja sama denganpemerintah merupakan strategi intimidasi yang bertujuan menciptakan kekosongan sosial di Papua. Jika sekolah, rumah sakit, dan kantor pemerintahan ditutup, maka yang paling dirugikanadalah masyarakat asli Papua sendiri yang akan kehilangan hak pendidikan dan kesehatan. OPM secara sadar sedang menghancurkan fondasi kesejahteraan Papua demi agenda sempit mereka. Pemerintah, melalui langkah-langkah strategisnya, harus menyikapi fenomena ini denganketegasan yang tidak setengah-setengah. Agenda pemerintah untuk mempercepat pembangunandan integrasi kesejahteraan di Papua tidak boleh surut hanya karena teror. Justru, kehadirannegara harus semakin nyata untuk mengisi ruang-ruang yang coba dikuasai oleh rasa takut. Penguatan keamanan di objek vital seperti sekolah dan fasilitas kesehatan adalah harga mati. Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini