Warga Salah Kenali Wishnutama, Insiden ‘Menteri yang Tertukar’ Bikin Netizen Ngakak

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebuah unggahan video di Instagram Menteri Pariwisata Wishnutama mendadak jadi sorotan. Terlebih Wishnutama menuliskan judul menggelitik dalam keterangan postingannya.

Video tersebut merekam momen kunjungan Menparekraf dan tim ke Bali. Dalam video berdurasi 1 menit 40 detik itu tampak seorang warga begitu antusias menyambut kedatangan rombongan Wishnutama.

Warga yang mengenakan baju hitam tiba-tiba menghampiri rombongan dan menyapa seorang pria berkemeja batik yang ia kira Pak Menteri.

“Selamat siang Bapak Menteri, terima kasih sudah mengunjungi desa kami, salah satu desa,” kata warga itu dalam video.

Namun sapaan tersebut malah membuat seluruh orang di sana tertawa. Pasalnya, warga tersebut salah menyapa.

“Ini (menunjuk Wishnutama),” kata pria berkemeja batik.

Saat tahu dirinya salah menyapa, warga tersebut langsung meminta maaf dan mendekati Wishnutama.

“Oh itu, mohon maaf, sorry bos. Mohon maaf Bapak Menteri ha-ha-ha,” kata warga tadi.

Dalam keterangan video, Wishnutama pun menjelaskan insiden yang terjadi.

“‘Menteri Yang Tertukar’

Saat dadakan mampir ke Desa Guwang, Sukawati melihat kondisi pariwisata bersama Dirut ITDC mas Barry @a_mansoer . Semoga segera bangkit kembali pariwisata kita. Aamiin YRA??.
.
Video dari FB Bli Kodo Guang ?? https://www.facebook.com/cok.putra.18/videos/4523585271000806/?d=n,” tulisnya, dikutip Kamis, 18 Juni 2020.

Video tersebut sontak mencuri perhatian netizen. Banyak yang ngakak gara-gara insiden tersebut.

“Hahahahahahahak,” tulis @nandapersada.

“Posting dilucu abis dluan?? ngakak asli.. kebiasaan menteri pake batik jd pak wisnu tdk memakai batik ya dikirain bkn menteri.. tp keren sih gaya pak menteri nyaa milineal?,” komentar @adityapramanaaaa.

“maaf ngakak dikit paak?,” tulis @viviandwbasuki.

“Aku ga tau harus tertawa ??? atau panas dingin ???…. Tapi Salut mas mentrinya bener2 santai,” komen @erick.herlangga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini