Wanita yang Rendahkan Pramusaji Bikin Klarifikasi, Langsung Dibantah Begini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Belakangan ini video yang menampilkan seorang wanita dianggap merendahkan seorang pramusaji menjadi viral. Wanita itu kemudian mendapat kecaman dari netizen atas peralakuannya terhadap pramusaji.

Seperti diketahui, sebelumnya viral sebuah rekaman yang memperlihatkan pramusaji wanita sedang membuka botol air mineral. Rupanya, seorang wanita yang merupakan pelanggan di resto tersebut meminta pelayan itu untuk membuka botol minum tersebut.

Dalam rekaman yang beredar, ia menertawakan pramusaji itu yang kesulitan membuka botol minuman. Ia juga mengatakan akan memberikan 50 ribu Rupiah jika pramusaji itu bisa membuka botolnya.

Botol tersebut memang sulit dibuka dan pelayan restoran itu menyerah. Sayangnya, saat pramusaji akan mengambil botol air yang baru, pelanggan itu pun menolak dan tidak jadi membeli minuman tersebut.

Kini muncul video klarifikasi dari si wanita dan pramusaji. Keduanya pun memberikan pernyaataan yang bertolak belakang. Video itu diunggah oleh akun Instagram @tante_rempong_offficial.

Wanita yang merekam kejadian itu mengaku bahwa video itu hanya sebatas konten yang ia buat. Dirinya mengaku pramusaji itu mengetahui bahwa kejadian itu memang hanya konten.

“Karena memang itu tuh murni konten,” kata wanita tersebut.

Sementara itu, klarifikasi tersebut ditanggapi oleh pramusaji yang saat ini melayani wanita tersebut. Berbeda dengan keterangan si wanita, pramusaji membantah bahwa kejadian itu dilakukan untuk kepentingan konten.

“Mohon maaf atas kejadian botol aqua yang lost, tapi itu murni bukan konten yang ibu bicarakan dalam video klarifikasi ibu,” ujar pramusaji tersebut.

Dia pun meminta maaf dan mengatakan bahwa ia melakukan hal itu bukan karena uang yang ibu tersebut tawarkan. “Dan mohon maaf saat itu hanya ingin membantu untuk membukakan botol dan tidak mempunyai niat untuk uang yang ibu tawarkan,” lanjutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini