Viral! Uang Asli 23 Juta Rupiah Tersebar di Saluran, Warga Rebutan Mengantongi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jika Kamu menemukan uang asli yang bertebaran di jalan, mungkin Kamu bakal memungutnya, bukan? Sama seperti para warga ini.

Masyarakat Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mendadak geger. Pasalnya, mereka menemukan ratusan lembar uang pecahan 50 ribu Rupiah dan 100 ribu Rupiah tercecer di dekat saluran irigasi persawahan, pada Jumat 20 November 2020.

Momen tersebut viral usai akun Instagram @viralterkini99, mempostonya kejadian itu. Terlihat pula warga yang ramai mengumpulkan uang yang tercecer tersebut.

Setelah dikumpulkan, total uang itu berjumlah Rp23 juta. Usai dipastikan ke bank terdekat, semua uang tersebut dinyatakan asli.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Saiful Ulum (@viralterkini99)

Sebelum uang tersebut menyebar dan ditemukan warga, pada Kamis malam Desa Plumbon diguyur hujan yang sangat deras.  Menurut keterangan yang dibagikan akun Instagram @viralterkini99, dari total uang 23 juta Rupiah, 10 juta di antaranya merupakan milik almarhum Kepala Desa Tembok. Lokasi desanya berada di atas Desa Plumbon.

Pihak keluarga dikabarkan sudah mengikhlaskan jika uang tersebut diambil warga yang menemukan. Usu punya usut, uang tersebut terbuang saat anak almarhum membersihkan rumah sekitar 4 tahun lalu.

“Karena dikabarkan yg hilang waktu itu nilainya cukup banyak maka di lokasi hingga kini rame dikunjungi warga yg ikut menyisir di sepanjang saluran irigasi hingga ke sungai untuk mencari sisa sisa uang yg belum ditemukan,” kata akun Viralterkini99.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini