Viral! Tingkah Pelanggan Jomblo Ganggu Customer Service saat Malam Minggunya Gabut

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Buat para jomblo malam Minggu (malming) tidak begitu berarti, beberapa dari mereka bahkan tak ada kerjaan alias gabut. Kalau sudah gabut begitu, apa sih yang dilakukan?

Baru-baru ini, beberapa foto tangkapan layar dari sebuah percakapan antara customer service (CS) salah satu platform e-commerce dengan pelanggannya viral di media sosial. CS itu dijadikan teman chatting oleh si pelanggan yang mengaku seorang jomblo.

Tangkapan layar percakapan itu viral setelah dibagikan ke Twitter melalui akun @txtdarionlshop, Minggu 26 Juli 2020. Unggahan itu diberi narasi, “Jomblo ganggu orang kerja aja”.

BACA JUGA: Viral! Video Pramugari Cantik Salat di Pesawat, Banjir Pujian dari Netizen

Terdapat empat foto yang diunggah dalam cuitan tersebut. Mulanya pengguna Shopee ini menyapa CS dengan kalimat “Hai Kak.” Setelah mendapat respons dari CS, dia justru mengoreksi salah ketik atau typo dari pesan CS.

CS yang bertugas pun dengan santai menanggapi gurauan pengguna Shopee tersebut. Ia kemudian kembali menanyakan, “Informasi apa yang Kakak butuhkan terkait Shopee?”

Namun, si pelanggan ini kembali tak memberi jawaban sesuai pertanyaan CS. Pengguna itu bertanya, “Kakak kok malam Minggu kerja? Enggak malmingan nih? Hehe.”

“Malam Mingguan kok Kak 🙂 Kan sambil kerja Kakak :)” jawab CS.

BACA JUGA: Viral! Video Petugas Covid-19 Imami Salat Jenazah Pakai Gerakan Rukuk, Netizen: Gak Tau atau…

Percakapan pun berlanjut hingga CS berulang kali menanyakan informasi yang dibutuhkan pelanggan itu terkait e-commerce. Namun, pengguna malah terus mengalihkan pembicaraan sampai mengajak berkenalan si CS.

Menjelang akhir percakapan, CS kembali mengungkapkan, “Kalau Kakak ada pertanyaan terkait Shopee, aku bantu jawab kok Kak.”

“Enggak deh Kak, makasih ya udah nemenin kegabutan aku wkwk,” jawab si pelanggan.

Obrolan antara CS dan pelanggan ini pun mendapat beragam komentar dari netizen. Tak sedikit yang menilai bahwa tingkah iseng pelanggan itu mengganggu pekerjaan sang CS.

“Segabut gabutnya gua gak pernh kepikiran kayak gini.. tp setelah lihat postingan ini saya akan melakukannya jugaaa Ok hand,” komentar @fi**el91.

“Tapi kasihan dengan orang2 yg antri chat yg bnr2 butuh solusi masalah malah ketunda gara2 ada yg gabut gini,” tulis @Thant**Ritha.

“Kasian njir. Lu yg enak dan gabut kalo kaya gitu masuk ke performa si CS-nya jadi jelek karena gak sesuai sama perihal masalahnya. Gak usahlah ganggu orang kerja, tanya atau komplain yang diperlukan aja. Jgn begini sama CS mana pun, batasi diri kalian. Jgn mau menang sendiri,” kata @c**5ims.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini