Viral! Seorang Wanita Ngamuk Karena Merasa Bangkunya di Restoran Direbut

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Seorang wanita menjadi viral di media sosial usai dirinya mengamuk ke salah satu pengunjung di restoran.

Menurut keterangan wanita tersebut mengamuk lantaran merasa bangkunya di restoran tersebut sudah ditempati orang lain terlebih dahulu.

“Keributan di Rumah Makan Mahaji ayam panggang Banjarmasin, Kalimantan Selatan,” tulis keterangan dalam video.

Dalam video tersebut wanita itu terlihat mengomel kepada seorang lelaki tua berkacamata yang sedang makan bersama keluarganya.

“Gak bisa, main serobot saja bisanya,” kata wanita itu dengan nada tinggi.

“Lho kok begitu. Saya kan dari tadi sudah datang duluan. Saya duduk di sini,” jawab bapak tua itu.

Wanita tersebut tetap mengomel dan ngotot ingin melihat CCTV sebagai bukti bahwa memang benar pria tua tersebut datang lebih dulu darinya.

Unggahan yang memperlihatkan wanita mengamuk tersebut diunggah oleh akun @kabarnegri pada laman media sosial Instagram, dan unggahan tersebut sontak saja langsung dipenuhi komentar netizen yang ikut geram.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Kabar Negri (@kabarnegri)

“Definisi ‘lu rese kalo lagi laper’” tulis netizen.

“Contoh masalah perut selalu berujung pertengkaran,” sambung netizen.

“Malu klo hanya karena mau makan aja smpe berantem, atau ganggu kenyamanan orang lain,” timpal netizen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini