Viral! Seorang Mahasiswa UI Diduga Jual Foto dan Nomor Telepon Teman-temannya ke Akun Dewasa di Twitter

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Belum lama ini ada kabar viral salah satu mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI). Pemuda yang berinisial RR yang mana merupakan mahasiswa UI diduga telah melakukan pelecehan seksual berbasis siber.

RR diduga telah menjual foto-foto dan nomor telepon teman-teman perempuannya melalui akun dewasa di Twitter. Diketahui ia telah menjual foto dan informasi pribadi 10 teman perempuannya.

Diketahui pula RR memberikan tarif dari 100 ribu rupiah hingga 500 ribu rupiah. Alasan ia menjual informasi pribadi teman-temannya itu untuk memenui biaya hidupnya.

Menurut informasi yang beredar, RR tercatat masih mahasiswa baru di UI. Ia mahasiswa aktif jurusan Akuntansi kelas Internasional.

Hal ini terungkap dari salah satu korban pelecehan seksual tersebut yang mengaku dirugikan oleh RR. Menurut kabarnya, RR melakukan transaksi ke berbagai orang di media sosial dengan kedok agensi model.

Sedangkan foto-foto yang ia jual itu merupakan selfie biasa yang gak ada unsut seksual sama sekali. Namun tetap saja ia diketahui menjual foto-foto dan informasi pribadi teman-temannya ke akun dewasa.

Sampai saat ini teman-teman perempuannya yang telah menjadi korban RR tengah mengusut RR dan telah membuat laporan ke kepolisian terkait hal ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Agenda Penguatan Peran Guru dalam Pembangunan Bangsa

Oleh: Amanda Purnama )*Presiden Prabowo Subianto menempatkan sektor pendidikan sebagaisalah satu fondasi utama pembangunan nasional. Dalam kerangkatersebut, guru dipandang sebagai elemen paling penting dalam proses mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjawabtantangan masa depan. Karena itu, berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah saat inidiarahkan untuk memperkuat kesejahteraan, kompetensi, danprofesionalisme guru agar kualitas pendidikan nasional semakinmeningkat.Komitmen pemerintah terhadap penguatan peran guru terlihat darilangkah nyata yang dilakukan dalam perbaikan sistem kesejahteraan tenaga pendidik. Selama bertahun-tahun, persoalan birokrasi yang panjang dalam penyaluran hak-hak guru sering menjadi perhatian. Pemerintah kemudian menghadirkan terobosan baru dengan memastikangaji dan tunjangan dapat diterima langsung oleh guru melalui transfer kerekening masing-masing setiap bulan.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskanbahwa mekanisme baru tersebut menjadi bagian dari upayapenyederhanaan birokrasi yang diinisiasi Presiden Prabowo. Menurut Abdul, kebijakan ini dirancang agar para guru dapat merasakanmanfaat program pemerintah secara langsung tanpa harus menghadapiproses administrasi yang berlarut-larut.Kebijakan transfer langsung tunjangan guru menunjukkan perubahanpendekatan dalam tata kelola pendidikan. Pemerintah tidak hanyaberupaya menyediakan anggaran yang memadai, tetapi juga memastikansetiap program berjalan secara efektif dan tepat sasaran. Kebijakan transfer langsung tunjangan guru sekaligus memperlihatkankeseriusan pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebihresponsif terhadap kebutuhan tenaga pendidik.Peningkatan kesejahteraan guru juga diwujudkan melalui kenaikantunjangan bagi guru non-ASN. Pemerintah menaikkan tunjangan dariRp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN memperoleh tunjangan sebesar satu kali gajipokok. Kebijakan tersebut mencerminkan perhatian pemerintah terhadappeningkatan kesejahteraan tenaga pendidik sebagai bagian dari investasijangka panjang di bidang pendidikan.Program peningkatan kompetensi guru menjadi agenda lain yang mendapat perhatian besar dari pemerintah. Selain memperkuat aspekkesejahteraan, pemerintah menyadari bahwa kualitas pendidikan sangatditentukan oleh kapasitas tenaga pendidik. Oleh sebab itu, berbagai program pengembangan kompetensi terusdiperluas agar guru memiliki kesempatan yang lebih besar untukmeningkatkan kualifikasi akademiknya.Program beasiswa bagi guru yang belum memiliki gelar D4 atau S1 menjadi salah satu instrumen utama dalam agenda tersebut. Abdul Mu’timenyampaikan bahwa pemerintah menargetkan sebanyak 150.000 guru menerima bantuan pendidikan melalui skema Rekognisi PembelajaranLampau (RPL) pada tahun 2026. Melalui program itu, guru memperolehbantuan pendidikan sebesar Rp3 juta per semester untuk menyelesaikanstudi mereka.Program Pendidikan Profesi Guru...
- Advertisement -

Baca berita yang ini