Viral! Pria Tajir Ini Cari Jodoh, Warna Kulit Plus Ukuran Payudara Jadi Syaratnya

Baca Juga

MINEWS, CHINA – Seorang mahasiswa tajir asal China membuat pengumuman bahwa dirinya sedang mencari pasangan jangka panjang. Bahkan dia siap memberikan aset milik ayahnya untuk menarik perhatian Anda.

Mahasiswa itu menuliskan pengumuman percarian cintanya itu pada halaman Facebook Monash University Love Letters. Untuk menarik perhatian para wanita, dia menambahkan daftar kekayaan yang agak mengesankan namun menyebalkan.

Tak hanya itu dia juga menambahkan serangkaian persyaratan yang sangat menyeramkan dan hanya kotor.

Dia menulis, “Mencari hubungan jangka panjang dengan seorang gadis cantik kulit putih setempat. Hubungan serius, bukan untuk hookups atau sugar baby. Tentang saya, saya seorang pelajar internasional Tionghoa yang kaya. Saya seorang pria berusia 24 tahun. Saya punya Porsche di Melbourne dan Maserati di Cina.”

“Orang tua saya membeli apartemen di Yarra Selatan, Australia sebagai ‘investasi luar negeri’ bertahun-tahun yang lalu, jadi saya tinggal di Yarra Selatan sekarang. Saya akan membeli rumah di pinggiran kota yang bagus setelah saya mendapatkan tempat tinggal permanen. Saya sedang belajar akuntansi di Monash. Saya agak pendek tapi saya pria yang baik, saya pikir. Saya akan membayar semua tanggal kami, termasuk bepergian ke luar negeri bersama,” tambahnya.

#15593Looking for a long term relationship with a local white beautiful girl/ serious relationship / not hook up or…

Posted by Monash University Love Letters on Thursday, 28 November 2019

Tapi yang benar-benar mengejutkan adalah persyaratannya untuk calon pacarnya kelak. Adapun persyaratan itu meliputi ukuran payudara, perilaku, dan keperawanannya, belum lagi preferensi usianya yang berbatasan dengan pedofilia.

“Tentang kamu, kamu pasti seorang gadis kulit putih yang cantik. Lokal ke Australia dan bahasa pertama harus bahasa Inggris. Mungkin berusia 18 hingga 19 tahun. Apa pun yang lebih muda mungkin ilegal, kurasa. Setidaknya beukuran D dan lebih tinggi dari 170cm. Anda harus setia, perawan, penurut, jujur ​​dengan saya, mencintai saya dan memujaku,” paparnya.

Setelah memberikan semua informasi itu, ia benar-benar berharap untuk menemukan seorang gadis yang akan mencintainya.

“Jika kita berada dalam suatu hubungan, Anda tidak perlu khawatir tentang masalah uang. Saya akan memberi Anda kehidupan yang baik tetapi satu-satunya hal yang perlu saya pastikan adalah bahwa Anda mencintaiku dan bukan uang saya, ”ia mengakhiri sambil mendesak mereka yang tertarik untuk meninggalkan reaksi hati pada postingannya sehingga ia dapat meluncur ke DM mereka,” tukasnya.

Gimana girls? Berminat?

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini