Viral! Pria Ini Nikahi Rice Cooker, Netizen Penasaran Malam Pertamanya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Saat ini banyak tingkah laku aneh yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia agar bisa menjadi pusat perhatian. Seperti yang belakangan ini media sosial dihebohkan dengan seorang pria menikahi sebuah rice cooker.

Namun, pernikahannya tidak berjalan lama hanya empat hari saja. Setelah itu pria tersebut memutaskan untuk berpisah.

Kisah pernikahan tersebut dibagikan si pria di akun Facebook pribadinya. Pria yang diketahui bernama Khoirul Anam itu membagikan momennya saat ‘menikah’ dengan benda tersebut pada 20 September 2021.

Dalam unggahan tersebut, tampak beberapa momen manis Khoirul bersama dengan ‘pasangannya’. Di antaranya, momen saat ia menjalankan akad nikah, di mana tampak Khoirul memakai busana pengantin berupa beskap putih, celana putih, dengan tambahan ornamen kain batik yang dililit di pinggang seperti Melayu. Kopiah putih dengan ronce melati sebagai aksesori pun dipakainya.

Di foto lain, tampak Khoirul sedang menandatangani buku akad nikah, didampingi dengan ‘pasangannya’. Pada foto lainnya yang tak kalah unik, Khoirul terlihat mengecup mesra ‘pasangannya’.

“Putih, pendiam, manutan. Nggak banyak bicara, pinter masak..idaman bgt..anget meneh..tanpamu berasku gk mateng,” kata Khorirul dalam unggahannya, dikutip Jumat 1 Oktober 2021.

Namun selang 4 hari ‘menikah’, Khoirul kembali mengunggah sebuah foto. Di mana, dalam caption tersebut, ia mengatakan kalau hubungan rumah tangganya dengan si ‘pasangan’ telah kandas.

“Keputusan saya sudah bulat..berat memang..tapi ini jalan yg aku ambil..tak ada pasangan yg sempurna,” katanya.

Netizen yang melihat aksi kocak Khoirul itu pun memberikan berbagai respon di kolom komentar. Bahkan ada yang ingin Khoirul menceritakan pengalamannya selama 4 hari menikahi ‘pasangannya’.

“Tolong ceritakan pengalaman selama 4 hari tersebut di mulai dengan malam pertama sampai malam keempat barangkali ada kesalahan lain yg mmbuat dia menceraikan istri Magicom nya,” kata Ayun Ayun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Renovasi Hunian Layak untuk Papua, Strategi Pemerintah Percepat PemerataanPembangunan

Oleh : Loa Murib Renovasi hunian layak di Papua bukan sekadar program fisik pembangunan rumah, melainkanstrategi besar pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkankualitas hidup masyarakat di Tanah Papua. Di tengah berbagai tantangan geografis, sosial, danekonomi, kebijakan perumahan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadifondasi penting untuk memastikan bahwa kesejahteraan tidak hanya terpusat di wilayahperkotaan Indonesia bagian barat, tetapi juga menjangkau wilayah timur secara adil danberkelanjutan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Perumahandan Kawasan Permukiman yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri di Jakarta. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan dukungannya terhadap realisasiprogram Tiga Juta Rumah yang menjadi inisiatif Presiden Prabowo Subianto. Program tersebutdinilai strategis karena menyasar kebutuhan dasar masyarakat, terutama kelompokberpenghasilan rendah, melalui penyediaan hunian terjangkau dan layak huni. Dorongan kepada pemerintah daerah untuk memaksimalkan peluang program tersebut menjadisinyal kuat bahwa pembangunan perumahan tidak dapat berjalan parsial. Tito Karnavianmemandang bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab langsung dalam mengangkat harkatdan martabat masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak. Dukungan regulatif pun diperkuat dengan kebijakan pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yang harusditetapkan melalui peraturan kepala daerah. Langkah ini menunjukkan bahwa percepatanpembangunan bukan hanya soal anggaran, tetapi juga penyederhanaan birokrasi dankeberpihakan kebijakan. Optimalisasi Mal Pelayanan Publik di daerah juga menjadi instrumen penting untuk memangkaswaktu dan biaya perizinan. Dengan proses yang lebih cepat dan transparan, pembangunan rumahbagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat segera direalisasikan tanpa terhambat proseduradministratif yang berlarut-larut. Pendekatan kolaboratif antara pusat dan daerah inilah yang menjadi kunci agar program nasional benar-benar berdampak nyata di lapangan. Di Papua, respons terhadap kebijakan tersebut tampak progresif. Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi siap menggenjot program bantuanperumahan melalui berbagai skema, mulai dari rumah subsidi, renovasi rumah tidak layak huni, hingga pembangunan rumah susun. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerahtidak sekadar menjadi pelaksana, tetapi juga mitra aktif dalam merancang solusi yang sesuaidengan karakteristik sosial budaya masyarakat Papua. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan kebutuhan perumahan di Papua masih cukuptinggi. Kondisi ini tidak terlepas dari realitas sosial di mana satu rumah kerap dihuni olehbeberapa generasi sekaligus. Dalam konteks budaya Papua yang menjunjung tinggi ikatankekerabatan, pola hunian multigenerasi menjadi hal lumrah. Namun di sisi lain, keterbatasanruang dan kualitas bangunan yang belum memadai dapat berdampak pada kesehatan, kenyamanan, serta produktivitas keluarga. Karena itu, target pembangunan dan renovasi rumah di Papua pada 2026 menjadi langkahstrategis. Direncanakan sekitar 14 ribu unit rumah akan dibangun melalui berbagai skemabantuan, dengan tahap awal mencakup sekitar 2.100...
- Advertisement -

Baca berita yang ini