Viral, Pria Ini Dicoret dari Silsilah Keluarga Lewat Pengumuman Koran

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Sebuah peristiwa tak lazim menimpa seorang pria asal Batam. Pria berusia 22 tahun itu dicoret dari kartu keluarga via pengumuman koran.

Berita pemutusan hubungan keluarga tersebut dimuat di salah satu surat kabar Yogyakarta yang kemudian diunggah oleh pemilik Twitter @DindaEstu.

Tak diketahui pasti apa penyebab dicoretnya pria berinisial M itu dari keluarganya. Namun dari berita yang dimuat diketahui jika keluarga pria tersebut berada di Batam, sementara pria M sudah tinggal di Yogyakarta selama 3 tahun terakhir.

Dalam pengumuman yang dimuat di koran, pihak keluarga menyatakan jika mereka sudah putus hubungan keluarga dan tidak bertanggung jawab lagi atas perbuatan sang anak.

Pengumuman tersebut pun viral dan menuai tanggapan dari banyak netizen.

“jd kaya giniian serius ada,” tulis akun @Nailalamani, dikutip Minggu, 26 Mei 2019.

“Tetapi beneran lho, pernah nemuin ibu-ibu nangis pengen coret nama anaknya di kk pas lg di kelurahan ibunya capek didatengin rentenir anaknya yg ngutang 1M. mohon2 di kelurahan tp org kelurahan bingung mau ngapain…,” tulis akun @noctttrri.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini