Viral! Penampakan Sosok Berjalan Mundur di Rumah Pengabdi Setan, Beneran?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Video penampakan di rumah pengabdi setan viral di media sosial. Sesosok yang diyakini hantu itu terekam dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @mba_ayin.

Seperti diketahui, rumah tua di perkebunan PTPN VIII tersebut dijuluki rumah pengabdi setan karena pernah ditempati syuting film ‘Pengabdi Setan’. Sejak saat itu, rumah berlantai dua yang dibangun pada tahun 1800-an itu mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal.

BACA JUGA: Gaes! Ini Daftar Promo Kuliner Spesial Hari Kemerdekaan, Lumayan Buat Jajan!

Sementara itu, pemilik akun TikTok @mbak_ayin diketahui adalah seorang wisatawan yang mengunjungi rumah tersebut.

“Ada yang tau rumah ini? rumah pengabdi setan. Ini pengabdinya,” ucap Ayin sembari mengarahkan rekamannya ke pria yang berjalan di depannya.

Dalam video itu terlihat penampakan misterius di lantai dua, tepatnya jendela rumah. Penampakan itu tampak berjalan mundur masuk ke dalam rumah.

@mba_ayin

perhatikan di atas , pas jendela , aku baru engeuh pas ada temen aku bilang kalo ada sosok pucet jalan mundur ? #rumahpengabdisetan #bandung #fyp

♬ original sound – Dk_karin – Dk_karin

Videonya pun viral hingga dibagikan oleh pengguna lainnya di berbagai platform media sosial. Komentar dari netizen ada yang takut dan ada pula yang tak percaya dengan sosok tersebut.

BACA JUGA: Asyik! 10 Gerai Kopi Ini Kasih Promo Spesial Hari Kemerdekaan

“Eh iya baru sadar itu dia jalan mundur woy siapakah dia woy,” komentar Nanda.

“Kemarin hantu Jepang jalannya mundur, ini istrinya kali yak wkwkwk,” kata SilverQueen.

“Itu orang biasa cowok berkumis, coba lihat video di detik ke-3. Download videonya biar bisa di zoom. Dia jalan mundur reflek dikira dia ikut kesorot kamera,” tulis doyancil0k.

“Kalo bilang pucet itu dari efek cahaya dan lingkungan di atas situ putih. Mata batin gw lihati itu bukan jin/setan,” lanjutnya.

“Iya bener cowo berkumis itu mah,” kata budaksunda.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Tuai Apresiasi atas Penerapan WFA saat Arus Balik

Oleh : Donny Muflih )*Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) oleh pemerintah selama periodearus mudik dan arus balik Lebaran 2026 menuai apresiasi luas dari berbagaikalangan, khususnya pekerja sektor swasta dan aparatur sipil negara, karena dinilaimampu mengurai kepadatan mobilitas sekaligus menjaga produktivitas kerja tanpamengorbankan pelayanan publik.Langkah pemerintah yang menetapkan kebijakan WFA pada 16-17 Maret serta 25-27 Maret 2026 dipandang sebagai strategi adaptif dalam menghadapi lonjakanmobilitas tahunan saat Lebaran. Kebijakan ini tidak hanya menyasar aparatur sipilnegara, tetapi juga mendorong sektor swasta untuk mengadopsi pola kerja serupa. Dengan demikian, distribusi arus perjalanan masyarakat menjadi lebih merata dan tidak terpusat pada satu waktu tertentu, yang selama ini menjadi penyebab utamakemacetan panjang di berbagai jalur transportasi.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwakebijakan fleksibilitas kerja ini dirancang untuk mengoptimalkan mobilitasmasyarakat tanpa mengganggu produktivitas nasional. Dalam pandangannya, keseimbangan antara kepentingan pekerja dan stabilitas ekonomi menjadi kunciutama keberhasilan kebijakan ini. Pemerintah berupaya memastikan bahwa layananpublik tetap berjalan optimal, sementara masyarakat tetap memiliki kesempatanuntuk menjalankan tradisi mudik dengan lebih nyaman.Respons positif juga datang dari kalangan pekerja swasta yang merasakan langsungmanfaat kebijakan tersebut. Reinha Delima melihat kebijakan WFA sebagai solusiyang saling menguntungkan antara perusahaan dan pekerja. Ia menilai bahwafleksibilitas bekerja dari mana saja memungkinkan karyawan untuk berangkat mudik lebih awal tanpa harus mengorbankan tanggung jawab pekerjaan. Dalam praktiknya, Reinha tetap menjaga disiplin kerja, memastikan seluruh tugas terselesaikan tepatwaktu, serta menyiapkan ruang kerja yang kondusif meskipun berada di luar kantor.Dari sisi kebijakan publik, penerapan WFA menjadi bagian dari strategi pemerintahuntuk mengurangi beban infrastruktur transportasi selama periode puncak Lebaran. Dengan berkurangnya jumlah pekerja yang harus hadir secara fisik di kantor, potensikepadatan di jalan raya, stasiun, dan terminal dapat ditekan. Hal ini tidak hanyaberdampak pada kelancaran perjalanan, tetapi juga meningkatkan aspekkeselamatan bagi para pemudik.Lebih jauh, kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah mulai mengadopsipendekatan kerja modern yang lebih fleksibel dan berbasis teknologi. Transformasiini sejalan dengan perkembangan digitalisasi yang memungkinkan pekerjaandilakukan dari berbagai lokasi tanpa mengurangi kualitas hasil kerja....
- Advertisement -

Baca berita yang ini