Viral! Ngamuk Ditagih Surat Vaksin, Ibu-ibu Lempar Batu ke Angkutan Umum

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kartu vaksin kini menjadi sesuatu yang berharga untuk masyarakat. Pasalnya, pemerintah mulai menerapkan beberapa kebijakan yang mengharuskan masyarakat memiliki kartu vaksin Covid-19.

Sayangnya, kebijakan ini tak lantan didukung seluruh publik. Ada saja masyarakat yang tak terima dan menganggap kebijakan ini hanya mempersulit urusan mereka.

Seperti yang terjadi dengan ibu-ibu satu ini. Aksinya viral di sosial media setelah mengamuk setelah ditagih kartu vaksin saat menaiki angkutan umum, Jak Lingko.

Wanita yang mengenakan jilbab jingga itu mengamuk bahkan melempar batu ke kaca Jak Lingko usai sopir tersebut menanyakan apakah wanita itu memiliki sertifikat vaksin.

“Ibu-ibu ini stress di tanya surat vaksin mlah nglempar batu ke pramudi,” tulis perekam di keterangan video.

Ternyata aksi wanita itu semakin parah. Tidak hanya melempari jak lingko dengan batu, wanita itu juga melempar batu ke dalam jak lingko hingga mengenai penumpang.

Masih belum diketahui dimana dan kapan peristiwa itu terjadi. Namun, unggahan akun Instagram @kamerapengawas sontak menarik perhatian netizen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini