Viral! Minta Belas Kasih agar Diterima CPNS, Pemuda Enrekang Surati Bupati Sulsel

Baca Juga

MINEWS, ENREKANG – Seorang pemuda bernama Yandu yang mengaku warga Kecamatan Maroangingn, Enrekang, mendadak viral di media sosial. Sebab, ia mengirimkan surat permohonan agar diterima jadi CPNS.

Selembar surat yang disertai dengan materai 6000 itu beredar di media sosial. Isinya, Yandu meminta belas kasihan Bupati Enrekang, Muslimin Bando, agar menerimanya jadi CPNS.

Sontak, surat berisi pesan inipun ramai jadi sorotan warganet. Begini isi surat tersebut:

“Maroanging, 10 November 2019
Kepada Yth. Bapak Bupati
Di Tempat
Dengan Hormat

Sehubungan dengan adanya telpon dari orang tua saya kasian, sama kuliat tommi juga posting posting di FB sudah rame orang melamar CPNS. Maka melalui lembar putih nan suci ini saya sebagai insan lemah sangat memohon kasian jauh jauh dari rantauan pulang ke bugis hanya mau melamar pak agar kiranya dapat diterima kasian sebagai abdi Negara kasian.

Jika nanti saya diterima kasian terserah mami bapak mau suruh saya jadi Guru kah, jadi tendangan administrasi kah ataupun suruh kasi naik bendara tiap hari juga tidak papa ji yang penting saya bisa bekerja, kah kasian mami orang tua ku pak Kalau nda percayaki liat maki juga ijasahku adaji, ada tommi juga SKCK ku sama sehat ja pak. Minta tolong sekali kah pak karena hanya kepada mu aku sandarkan harapanku Mungkin cukupmi dulu pak nah goresan hati ini karena masih ada sedikit kesibukan kasian di pagi ini. Sekian dari saya pak. Titip salam juga dari orang tuaku kasian.

Hormat Saya,
Dari yang mengharapkan
Yandu”

Soal viralnya surat tersebut, Kabag Humas dan Protokoler Sekkab Enrekang, Amirullah mengaku sudah membaca surat tersebut di media sosial.

“Memang sudah ramai di social media, namun hingga saat ini surat tersebut tidak sampai ke kami, saya juga tidak berani komentar apakah surat itu memang ditujukan kepada pimpinan kami atau bagaimana,” kata Amirullah.

Hingga berita ini ditulis belum ada informasi terkait keaslian tersebut. Yang pasti surat ini telah menghibur para peserta CPNS yang sekarang sedang melalui tahap pendaftaran.

Surat Yandu untuk Bupati Sulawesi Selatan. (Dok. ISTIMEWA)

 

Berita Terbaru

Kolaborasi Global Diperkuat, Pemerintah Kejar Swasembada Energi

Oleh: Lestari Safiya )*Pemerintah memperkuat kolaborasi global sebagai strategi utama dalammempercepat terwujudnya swasembada energi nasional. Pemerintahmenempatkan kerja sama internasional sebagai instrumen penting untukmenghadapi ketidakpastian pasokan energi dunia sekaligus menjagastabilitas energi domestik.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mendorongpenguatan kolaborasi antarnegara dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business di Tokyo. Bahlil menilai bahwa kerjasama yang saling menguntungkan menjadi fondasi dalam menjagaketahanan energi kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya tekanangeopolitik.Forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business dimanfaatkan Indonesia untuk mempertegas peran strategis dalammenjaga keseimbangan pasokan energi global. Forum tersebut menjadiwadah konsolidasi antarnegara dalam merumuskan langkah kolektifmenghadapi tantangan energi yang semakin kompleks.Indonesia menunjukkan kontribusi nyata melalui ekspor energi dalamskala besar ke berbagai negara. Indonesia mengirimkan liquefied natural gas serta memasok batu bara dalam jumlah signifikan, sehingga turutmenopang stabilitas pasokan energi global.Pemerintah memanfaatkan posisi strategis tersebut untuk memperluaskemitraan internasional yang berorientasi pada kepentingan nasional. Pemerintah menilai kekuatan sebagai pemasok energi menjadi modal penting dalam memperkuat daya tawar diplomasi energi Indonesia.Pemerintah tetap menempatkan kepentingan domestik sebagai prioritasutama dalam setiap kerja sama internasional. Pemerintah menyiapkanlangkah antisipatif melalui optimalisasi sumber daya energi dalam negeriapabila kebutuhan nasional tidak dapat sepenuhnya dipenuhi melaluikerja sama global.Pemerintah mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis crude...
- Advertisement -

Baca berita yang ini