Viral! Emak-emak Pamer Emas di Momen Lebaran, Netizen: Bang Hotman Ngelus Dada

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Momen kumpul keluarga saat lebaran tak hanya jadi ajang silaturahmi, tetapi juga jadi ajang adu gaya dan pamer kekayaan. Khususnya emak-emak, mereka menggunakan banyak emas bak toko perhiasan berjalan.

Baru-baru ini, video emak-emak pamer emas pun viral di media sosial. Video itu salah satunya diunggah oleh akun Instagram ndorobeii pada Kamis 13 Mei 2021.

Isi video menampilkan suasana lebaran di mana nampaknya ada sekelompok orang sedang berkumpul bersama. Terlihat pula makanan khas lebaran seperti ketupat, opor hingga makanan lainnya.

Namun, seketika fokus teralihkan dengan tangan dari sejumlah emak-emak yang terlihat gemerlap. Mereka memakai banyak perhiasan di tangannya disertai canda tawa.

“Yang manakah yang mana, yang manakah,” ucap salah seorang emak sambil menunjukkan perhiasan gelang emas yang ada di tangannya.

Video emak-emak pamer perhiasan gelang emas saat lebaran itu pun mendapat ragam komentar dari netizen. Tak sedikit dari mereka yang menduga bahwa video tersebut hanya untuk candaan semata. Namun, adapula yang nyinyir.

“Ajang silaturahmi berubah jadi ajang Pamer,” komentar @kholi****fani.

“Toko mas berjalan ?,” kata @gusti****cious.

“Aku pakai gelang emas 1 aja kemeng (nyeri pegel) . G kebayang segitu banyak. Pasti langsung keseleo ???,” tulis @yu****ads.

“??????kelakuan mak mak,” komentar @keyni****nova.

“Bang hotman ngelus dada liat ini,” kata @yu***an22.

Lihat videonya di sini!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini