Viral Cewek-cewek Berpose Injak-injak Bendera Merah Putih Demi Konten Tiktok, Netizen Auto Emosi: Cantik Tapi Miskin Adab!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebuah video viral mendadak bikin netizen geram. Dalam video tersebut tampak sekelompok cewek-cewek berhijab tengah menggelar piknik di sebuah taman.

Namun ada satu hal yang jadi sorotan. Mereka duduk-duduk dengan menggunakan alas bendera merah putih. Tak cuma duduk-duduk, mereka juga menginjak-injak bendera tersebut dan asyik berfoto-foto di atasnya.

Video aksi 8 cewek itu diunggah oleh akun Tiktok @kaae01 dan dibagikan kembali oleh akun gosip @berita_gosip hingga akhirnya viral dan menuai kontroversi.

“Astaga…Hanya karena konten akun tiktok @kaae01sampai nginjek bendera Indonesia. Gimana menurut kalian??,” tulis keterangan dalam video tersebut, dikutip Selasa, 18 Agustus 2020.

Aksi para cewek dalam video tersebut sontak memancing kemarahan para netizen. Mereka dinilai tak memilik adab lantaran memperlakukan bendera merah putih seperti itu.

“Hahaha rapi, cantik, miskin adab,” kata seorang netizen.

“Bendera nyentuh aspal dikit aja ga boleh apalagi ini diinjek-injek,” komentar netizen lainnya.

“Pahlawan bertaruh nyawa demi berkibarnya bendera ehhh ini dijadiin alas, sedih,” ujar yang lainnya.

1 KOMENTAR

  1. Perempuan ini engga punya adab, pergaulan keblinger kencing onta. Hijab hanya kostum kelakuan komunis yang berani nya teriak teriak kalau lagi rame rame

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini