Viral! Bocah Nyetir Mobil Pikap Tanpa Pintu Bawa Belasan Temannya

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Lagi lagi media sosial diramaikan dengan video viral seorang bocah nyetir mobil. Parahnya, bocah tersebut nyetir mobil pikap tanpa pintu dan mengangkut belasan temannya beserta seorang kakek-kakek.

Dalam video tampak lima orang anak duduk di bagian mobil sembari kakinya menggantung ke jalan. Selain itu ada, dua orang anak duduk dibagian depan samping supir bersama si kakek dan sisanya berdiri di belakang pengemudi.

Tak ada keterangan kapan dan dimana video tersebut diambil. Video tersebut diambil oleh pemotor yang sedang melintas. Bukannya menegur, pemotor tersebut malah tertawa terbahak-bahak.

Hal tersebut lantas mengundang reaksi netizen, banyak yang menyayangkan tindakan tersebut padahal ada orang dewasa yang ada disana. Hal tersebut juga dinilai membahayakan karena mobil yang digunakan sudah tak memiliki pintu dan dan si bocah juga tak menggunakan sabuk pengaman.

@lucky**rey: knp anak2 semua? Yg dewasa pada kmn ya…

@apaar**ti: Jaman gw dulu mah naek pelepah pinang rame rame lah ini

@eliza_nur****ha: Y allah ngerii banget g ada pelindung sama sekali… orgtua pd kmn itu dah clakamah bahaya banget itu

@adit.***15: Ya namanya juga tinggal di negara tersantuy sejagat raya.

@radithya***lis: kakeknya malah pegangan erat.. tp positip aja… mqn maksimal kecepatan di 20 km/jam dgn 2 pecepatan… haha

 

 

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini