Seram! Anak Indigo Ini Ungkap Sosok Artis Kondang yang Terlibat Pesugihan

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Seorang anak indigo bernama Dephienna mendadak jadi perbincangan netizen usai menerawang dan membeberkan nama artis kondang yang melakukan pesugihan.

Pernyataan Dephienna soal sosok artis tersebut terungkap di kanal Youtube milik presenter Robby Purba. Awalnya, dalam unggahan vlog Robby Purba, hijaber indigo tersebut membahas soal adanya fenomena mistis di Jalan Narogong, Bekasi.

Diungkapkan Dephienna, di jalan tersebut ada 3 titik utama yang menjadi tempat bersemayam para jin pesugihan. Ia menyebut, jin-jin tersebut berasal dari Jawa Timur.

“Jawa Timur, huruf depannya M, belakangnya A,” kata Dephienna.

“Itu yang paling banyak mengambil tumbal,” lanjutnya.

Kemudian, Dephienna mengatakan jika ada juga jin yang sengaja dipasang dari Jakarta Selatan, tepatnya dari daerah berawalan huruf P.

Yang mengejutkan, Dephienna juga menyebut jika ada seorang artis terkenal yang terlibat praktik pesugihan tersebut. Artis tersebut bahkan menjadikan dirinya sendiri sebagai tumbal.

Menurut Dephienna, artis tersebut membuat kontrak gaib dengan jin. Nantinya, setelah meninggal sebagai tumbal si artis ini akan menjadi istri dari jin pesugihan yang ada di salah satu titik Jalan Narogong Bekasi.

“Berarti dia sekarang lagi sakit-sakitan?” tanya Robby Purba.

“Belum, belum kerasa,” jawab Dephienna.

“Di kontrak gaib dia, dia akan menyerahkan diri dia nantinya?” tanya Robby lagi.

“Iya, untuk jadi istrinya yang suka ngambil tumbal itu. Setelah dia mati loh ya,” ujar Dephienna.

Dephienna lantas menjelaskan sosok jin pesugihan yang bakal menjadi “suami” si artis.

“Badannya sama kayak genderuwo dan buto ijo tadi. Tapi ini dia lebih bersih,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini