Seberapa ‘Safety’ Seragam Pramugari Garuda Indonesia Warisan Ari Askhara

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Skandal pemecatan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Ari Askhara menjadi topik panas baru-baru ini. Kasus penyelundupan motor gede Harley Davidson, sepeda Brompton, hingga skandalnya dengan pegawainya pun terus mendapat sorotan publik.

Berbagai kebobrokan di masa kepemimpinan Ari Askhara pun dibongkar netizen. Segala yang berhubungan dengan Garuda Indonesia pun terus dikaitkan dengan kasus Ari Askhara, tak terkecuali soal seragam pramugari Garuda Indonesia.

Pada bulan Juli lalu, Ari Askhara menggandengan designer ternama Tanah Air, Anne Avantie untuk merancang seragam pramugari Garuda Indonesia. Seragam itu diberi nama ‘Kebaya Pertiwi’.

“Kebaya Pertiwi Special Flight merupakan bentuk komitmen Garuda Indonesia untuk turut menjaga dan melestarikan kebaya sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang telah menjadi identitas wanita Indonesia hingga saat ini,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara dalam siaran pers, pada Juli lalu.

Anne Avantie mengatakan khusus untuk Garuda Indonesia dengan pesan agar Garuda Indonesia dapat selalu mengharumkan nama bangsa dan Negara Indonesia di mata dunia.

“Melalui siluet kebaya berkerah Kartini sebagai wujud emansipasi wanita, serta pemilihan motif ceplok sekar wangi yang memiliki warna lembut adalah simbol dari kelembutan dan keanggunan para pramugari dalam memberikan pelayanan ke seluruh penumpang Garuda Indonesia,” kata Anne Avantie.

Berdasarkan penelusuran, selama hampir empat dekade, seragam awak kabin Garuda Indonesia berganti dari kebaya menjadi rok dengan setelan baju safari, rok terusan mini, seperti baju tenis yang didesain oleh Pierre Cardin, hingga rok panjang dan baju panjang seperti baju kurung, lalu berubah lagi menjadi rok panjang dengan baju lengan pendek.

Berbeda dengan seragam pramugari sebelumnya, seragam karya Anne Avantie ini terbuat dari bahan brokat. Bagi kebanyakan awam pasti menganggap brokat adalah jenis fabric yang bikin gatal dan gerah.

Jadi seragam pramugari ini aman gak sih dipakai buat pramugari?

Seperti diketahui seragam pramugari benar-benar mempertimbangkan faktor estetika dan kegunaan. Saat bertugas, pramugari dituntut tampil cantik dan elegan. Tak hanya itu, mereka juga harus gesit dan cekatan melayani penumpang. Dalam keadaan darurat, ia harus bergerak cepat untuk menyelamatkan penumpang.

Untuk mempertimbangan kondisi darurat, seragam Garuda Indonesia sebelumnya memilih material kain campuran katun dan polyester yang tahan api dan tidak mudah kusut. Namun, bagaimana dengan bahan brokat? Tahan api kah?

Selain itu, seragam pramugari sebaiknya memiliki kekuatan bahan terhadap gesekan.Pasalnya, pakaian pramugari rentan rusak akibat bergesekan dengan sabuk pengaman yang dikenakan.

Bisa kalian bayangkan, bahan brokat tampaknya rentan terhadap gesekan. Bahkan bisa-bisa brudul atau rusak jika terus-terusan terkena gesekan.

Selanjutnya, yang membedakan seragam pramugari Garuda Indonesia ini dengan yang lainnya adalah selendang yang diikatkan di pinggang pramugari. Meskipun digunakan sebagai pemanis, selendang itu bisa mengganggu kinerja pramugari saat melayani penumpang.

Namun meski banyak pembeda, Anne Avantie sebelumnya memastikan jika seragam tetap mengutamakan kenyamanan dan keselamatan ketimbang model dan segala pemanisnya. Anne Avantie memastikan jika brokat miliknya super-adem dan nyaman.

“Kenyamanan jadi poin pertama saat presentasi dulu, bukan model. Saya pakai brokat chiffon yang nyaman dengan model yang juga dipikirkan dengan baik untuk keamanan. Seperti saat akan membantu menaikkan barang ke kabin, saat menunduk, cutting lainnya,” kata dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini