Petani Ini Nekat Beli Mobil Mewah Seharga Rp 4 Miliar, Ending-nya Miris Banget!

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Membeli mobil mewah dengan harga fantastis, tentu kita harus siap mengeluarkan kocek yang besar pula untuk biasa pajak dan perawatannya.

Tapi tidak dengan pria satu ini yang nasibnya berujung miris lantaran keputusan nekatnya membeli mobil BMW seharga Rp 4 miliar. Pria ini berprofesi hanya sebagai petani dengan kondisi ekonomi pas-pasan. Namun ia nekat membeli mobil super mewah.

Alhasil, kehidupan petani asal Provinsi Sichuan, Tiongkok itu makin memprihatinkan. Ia harus rela tinggal di gubuk reot dari bambu dan nekat melakukan aksi kriminal demi bisa membeli bensin mobil mewahnya.

Ia mencuri hewan ternak seperti ayam dan bebek lantas menjual hasil curiannya. Uang hasil curian tersebut ia gunakan untuk membeli bensin mobil.

Apesnya, ia dipergoki warga desa saat tengah mencuri. Namun ia masih berhasil kabur lantaran melarikan diri menggunakan BMW-nya.

“Dia mengendarai mobil mewah yang sangat cepat, jadi kami tak mampu menangkapnya,” kata seorang warga, dikutip Selasa, 11 Juni 2019.

Namun kini, petani tersebut sudah berhasil diamankan beserta barang bukti berupa mobil mewahnya.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini