Heboh Akun Kak Seto Salah Sebut Raul Lemos Jadi Raul Gonzales, Ternyata Begini Faktanya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini, Krisdayanti dan Raul Lemos memberikan klarifikasi terkait permasalahannya dengan Aurel-Azriel lewat channel Youtube Deddy Corbuzier.

Video klarifikasi KD-Raul pun sukses mencuri perhatian netizen. Bahkan sudah ditonton lebih dari 2 juta kali.

Video tersebut juga dibanjiri komentar netizen. Menariknya, ada salah satu komentar netizen yang menyedot perhatian.

Komentar itu datang dari akun bernama Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. Akun tersebut menuliskan komentar seolah-olah kenal dekat dengan Aurel Hermansyah.

Akun itu bahkan mengaku kecewa dan menyayangkan sikap KD dan Raul. Namun ada yang lucu dari komentarnya.

Akun yang mengaku Kak Seto itu salah menuliskan nama Raul Lemos menjadi Raul Gonzales. “Di sini saya sangat menyayangkan sikap Mbak KD dan Raul Gonzales,” tulisnya, dikutip Minggu, 14 Juni 2020.

Hal ini tak pelak langsung mengundang gelak tawa netizen. Namun usut punya usut, akun tersebut bukanlah akun milik Kak Seto. Pihak Kak Seto sudah memberikan klarifikasi terkait akun ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini