Lupa Beli Rokok, Suami Gelap Mata Bakar Wajah Istrinya

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Wajah seorang wanita bernama Galina Armasari di Niporeni, Moldova Barat, Rumania dibakar suaminya. Parahnya wajahnya nekat dibakar suaminya karena lupa membeli rokok.

Dalam sebuah wawancara televisi, Galina menyebut suaminya, Ion, sebagai tersangka penyerangan.

“Kami tidak bertengkar. Kami sedang menyiapkan daging ketika Ion (suami) meminta saya ingin minum bir,” kata Galina dilansir dari Dailystar pada Sabtu 7 Desember 2019.

“Aku bilang tidak, tapi aku bisa membelinya untuknya dan ketika aku kembali dari toko, temannya Andrey muncul dan mereka minum anggur,” imbuhnya.

Saat kembali dari toko, Galina lupa membeli rokok. Suaminya marah hingga mengancam akan membakar wajahnya.

“Dalam sekejap, dia menuangkan cairan ke botol sampanye untukku. Baunya seperti bensin,” kata Galina.

“Dalam sepersekian detik, dia membakar wajahku. Saya mencoba memadamkannya sendiri karena dia tidak mau membantu saya” sambungnya.

Ketika peristiwa itu terjadi Ion hanya menonton ketika dia mati-matian berjuang untuk memadamkan api dan menolak memanggil ambulans.

“Aku menarik sweterku di atas kepalaku dan memadamkan api. Dia kemudian menyuruh saya untuk datang dan duduk di sebelahnya. Saya mengatakan bahwa wajah saya sakit dan kita harus memanggil ambulans, tetapi dia menolak,” kata dia.

“Ibuku datang dan dia membawaku ke rumah sakit,” lanjutnya.

Suaminya telah dilaporkan ditangkap dan ditahan saat polisi menyelidiki insiden yang mengerikan itu.

Galina mengaku saat ini dia tidak dapat melihat dirinya di cermin.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini