Lagi Viral! Nonton Konser Musik Bareng Pacar, Cewek Ini Malah Alami Pelecehan Seksual

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Pelecehan seksual bisa terjadi dimana saja, termasuk di tempat ramai seperti di transportasi umum atau pagelaran musik sekalipun. Korbannya kebanyakan adalah seorang wanita.

Seperti cerita akun @pujanggavati di Twitter yang sedang viral saat ini. Akun tersebut mengaku mengalami pelecehan seksual saat menonton pagelaran musik di Summarecon Mal Bekasi (SMB), Bekasi, baru-baru ini.

Justru, pengalaman tak mengenakan itu dia alami saat bersama pacarnya. Namun, tak ketahuan karena lokasi yang cukup ramai dan penuh sesak manusia.

Ia bercerita bahwa pelecehan itu dialami ketika dia menonton di barisan paling depan, tepat di belakang tralis.

“NAH PAS DILAGU KEDUA NIH. Tbtb payudara gua di grepe (remes). Jujur gua kira GUA HALU. Maksud gua kalo cowo gua emg gasopan, gua mau negur. Kenyataannya, gua baru sadar cowo gua tangannya dua duanya megang tralis. TERUS INI TANGAN SIAPA YG BARUSAN??? GUA TAKUT BGT JUJUR.,” tulis @punjanggavati lewat sebuah unggahan foto.

“Pas lagu mulai cowo grepe lagi bokong gua. Gua mau puku, pas mau gua tarik eh dia kebru lepas duluan. Dalem hati mau nangis banget parah. Cuma beneran lagi gabisa btg parah. Cuma beneran lagi gabisa keluar crowd. Akhirnya gua keluar grgr apa cb?,” jelasnya lagi.

Ternyata pelecehan seksual itu tak hanya dialami oleh dirinya. Seorang wanita berbadan gempal yang ada di sebelahnya juga mengalami hal serupa.

Bahkan, wanita itu tak dapat berbuat apa-apa karena tiga temnnya yang datang ke pagelaran musik tersebut pingsan dan diangkat oleh tim medis. Sedankan dirinya ditinggal sendiri.

“Pas sampe pinggir pecah dah nangis dianya. Dia cerita dia di grepe dada sama bokong dan bangsatnya cowonya nempel2in itu ke bokong dia,” kata dia.

Cerita akun @pujanggavati ini pun viral hingga di-notice oleh vokali band fiest Baskara Putra dan Kunto Aji.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini