Kocak! Pria Ini Pesan ‘King Nassar Meal’ di McDonald’s, Pelayannya Tahan Ketawa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Antusias menu BTS Meal di McDonald’s masih dirasakan para ARMY. Bahkan, menu limited edition itu menjadi ide kreatif warganet untuk mengembangkannya.

Termasuk ide menciptakan ‘menu’ McDonald’s versi pedangdut, Nassar. Buat yang tak paham, menu ‘King Nassar Meal’ yang dibuat-buat oleh warga TikTok seolah benar ada di resto cepat saji itu.

Salah satunya yang tertipu adalah pria ini. Aksi kocaknya direkam sang istri pemilik akun TikTok @hananiar1. Mulanya, sang kekasih mengajak pria tersebut untuk drive thru menu BTS Meal.

@hananiar1

Drive True Mcd @king_nassar karna BTS antri say, #fyp #oppanassarkiyowo #kingnassar #nassar #viral #bts #mcdonalds #kiyowo

♬ DJ Aku Sayang Awakmu – ?•CeceSeven• ?

“Jadi ceritanya lagi laper ngidam pengen McD tapi yang King Nassar, no BTS,” tulis wanita itu.

Sesampainya di drive thru, sang suami yang polos nampak memesan menu BTS Meal. Namun sayang, menu tersebut sudah habis terjual.

“BTS Mealnya masih ada?,” kata pria itu.

“Mohon maaf udah gak ada,” jawab pelayan.

“Itu tapi yang King Nassar itu ada nggak ya di sini?,” tanya pria tersebut.

Mendengar pertanyaan itu, si pelayan pun kaget. Menurut keterangan, pelayan tersebut harus menahan tawa dan digantikan oleh rekannya.

“Itu cuma plesetan BTS pak,” kata rekannya.

Pria itu pun dengan polos kaget bahwa itu hanya guyonan. Sang istri yang sudah mengetahuinya pun hanya bisa tertawa.

Alhasil, kejadian itu mengundang gelak tawa netizen. Mereka ikut terhibur dengan video tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini