Kocak! Kelaperan saat Gowes, Pria Ini Minta Makan di Rumah Orang yang Dikiranya Warung

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUALA LUMPUR – Hal memalukan apa yang pernah Kamu alami semasa hidup? Atau pernah gak sih minta makan sama orang karena mengira rumahnya adalah sebuah warung.

Kalau pernah, Kamu berarti senasib dengan seorang netizen asal Malaysia yang kisahnya viral di Facebook. Netizen itu adalah seorang pemuda bernama Mohd Kharbi.

Dilansir redchili21.my, Kamis 6 Agustus 2020, Mohd Kharbi saat itu sedang dalam perjalanan bersepeda dari Kenyir ke Kuala Terengganu. Kharbi terakhir makan adalah pada jam 9 malam, ia pun memulai perjalanannya dengan perut kosong.

BACA JUGA: Viral! Warga +62 Piknik di Pemandian yang Telan Korban, Netizen: Malaikat Izrail Bingung

Bersepeda 70 kilometer membuat Mohd Kharbi merasa lapar dan terus mencari-cari warung makan yang buka. Tiba-tiba ia melihat sebuah bangunan mirip warung di seberang jalan.

Di dalamnya ada 2 wanita, seorang anak dan seorang pria yang dia anggap sebagai pelanggan. Padahal mereka adalah anak dari bibi pemilik rumah yang sedang makan serta tetangga sebelah.

Mohd Kharbi langsung masuk begitu saja ke rumah itu. Ia melihat ada Nasi Dagang di atas meja yang menjadi kuliner kesukaannya. Ia pikir ini adalah warung yang khusus menjual Nasi Dagang.

“Ada lauk Nasi Dagang atas meja, yang saya pikir mungkin kedai ini ada makanan istimewa, yaitu Nasi Dagang,” tutur Mohd Kharbi.

Mohd Kharbi tidak curiga sama sekali dengan kondisi rumah tersebut. Penataan meja di rumah tersebut menyerupai warung membuat dirinya semakin yakin.

Sayangnya, ia tidak memperhatikan reaksi wanita itu ketika seorang asing datang dan tiba-tiba meminta Nasi Dagang.

“Sambil masuk tengok keadaan sekeliling, botol ke kedai atau rumah, ada susunan gelas cawan atas meja bagian tepi,” cerita Mohd Kharbi.

BACA JUGA: Viral di Twitter, YouTuber Turah Parthayana Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Rusia

Sebagai informasi, masyarakat Melayu tidak akan mengusir orang asing yang datang untuk minta makan. Jadi, gak heran jika Mohd Kharbi dibiarkan makan bahkan sambil ngobrol dengan bibi pemilik rumah.

Setelah selesai makan, Mohd Kharbi bertanya berapa harga makanan yang telah dihabiskannya. Si pun bibi berkata, “Kenapa harus bayar, ini bukan warung”.

Mohd Kharbi seketika merasa malu karena tanpa bertanya langsung masuk ke rumah orang dan minta makan. Meskipun begitu, ia memuji sikap pemilik rumah yang memberinya makan bahkan mengajak ngobrol orang asing.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini