Jiaahhh! Pura-pura Serangan Jantung Saat Diinterogasi, Joko Subandi Si Ustaz Palsu Salah Pegang Dada

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Seorang ustaz palsu yang mengaku mualaf dan anak kardinal tengah menggegerkan jagat maya. Pria yang mengaku sebagai Ustaz Fauzan itu mengaku memiliki nama asli Ignatius Yohanes dan lahir dari ayah seorang kardinal dan ibu seorang evangelist (penginjil).

Belakangan, modus tipu-tipu ustaz tersebut terbongkar. Identitas aslinya berhasil diungkap netizen.

Bukan Ustaz Fauzan, nama asli pria tersebut ternyata Joko Subandi. Ia merupakan warga asal Kudus, Jawa Tengah.

Usai video Joko Subandi viral, pihak Mualaf Centre Indonesia (MCI) mendatangi rumah ustaz palsu itu di Jawa Tengah untuk meminta keterangan langsung. Tim MCI mencoba menginterogasi Joko Subandi terkait pengakuannya yang menghebohkan.

Namun saat “ditembak” dengan sejumlah pertanyaan, Joko Subandi masih saja ngeles. “Aku sekarang kondisinya hancur, tahu-tahu enggak kasih kabar dulu, coba kasih kabar. Tanya saja ke kedua orang tua saya, saya enggak kuasa cerita,” katanya.

Joko pun tak bisa memberikan penjelasan secara benar di hadapan tim MCI. Ia pun berusaha menghindar dengan berpura-pura sakit. Joko berakting seolah-olah terkena serangan jantung.

“Kenapa tiba-tiba serangan jantung?” kata Koh Steven Indra Wibowo dari MCI, dikutip dari video Youtube Vertizone, Selasa, 7 Juli 2020.

Joko lantas merintih-tintih seolah merasa sangat kesakitan. Namun anehnya, ia memegang dada bagian kanan. Padahal jantung terletak di bagian dada kiri. Hal inilah yang kemudian menjadi bahan bully-an netizen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini