Ibu Ini Alami Hal Mengerikan Saat Menyusui Bayinya di Depan Rumah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Hal ini harus menjadi perhatian bagi para ibu ketika menyusui anaknya. Pasalnya, ada kejadian kurang menyenangkan dialami oleh seorang ibu yang tak diketahui identitasnya.

Dirinya mengalami kejadian mengerikan ketika menyusui bayinya di depan rumah. Dibagikan oleh akun Twitter @janpiterjonkun pada 15 Agustus, pemilik akun membagikan gambar tangkapan layar isi pesan LINE.

Dalam pesan tersebut, pemilik akun saling berkirim pesan dengan temannya yang bercerita tentang kejadian yang dialami oleh seorang ibu dari temannya yang lain. Diceritakan bahwa ibu tersebut tinggal di daerah Cikarang dan memiliki tetangga yang masih menyusui bayinya.

Entah bagaimana kejadiannya, tapi menurut penuturan tetangganya tengah menyusui bayinya di depan rumah dan tidak sengaja ketiduran. Anehnya, ketika terbangun alih-alih mendapati anaknya masih berada dipangkuannya untuk menyusu, ia justru mendapati orang tunawisma yang tengah menyusu padanya.

“Jadi tuh temen gue kan tinggal di Lippo Cikarang, belakangnya tuh kampung-kampung. Temennya nyokapnya temen gue punya tetangga lagi nyusuin anaknya di depan rumah… terus ibunya ketiduran. pas bangun anaknya udah nggak ada, lagi main. Pas bangun yang nyusu ibunya malah orang gila. Kasian ibunya sampe stress, sampe masuk rumah sakit,” tulis teman pemilik akun.

Kejadian tak menyenangkan sekaligus mengerikan itu pun menarik perhatian warganet.

“Never fall asleep while breastfeeding in public in Indonesia. Anyway ini maksudnya ‘orang gila’ itu orang tunawisma yang lalu lalang di jalanan dengan masalah mental dan ditelantarin dinas sosial, bukan orang creepy doang. Gimana ya… orang kayak begitu mana tau salah dan benar. Tapi bukan berarti gue nyalahin si ibunya juga ya…” tulis pemilik akun @janpiterjonkun dalam kolom keterangan pada unggahannya.

Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 2.700 kali ke sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar dari warganet.

“Deket rumah tante gue juga ada yang kayak gini, cuma bukan orang gila tapi tukang remot. Serem banget demi,” ungkap @s0ftieeyy.

“Buat ibu dan calon ibu… hati-hati kalau memilih tempat untuk menyusui anak ya. Menyusui anak itu sangat bagus, tapi sebaiknya pilih tempat. Ingat pesan bang napi: kejahatan terjadi bukan cuma karena niat pelaku, tapi juga karena ada kesempatan,” cuit @FMaramin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini