Heboh! Boneka ‘Gituan’ Mirip Anak Kecil Dijual Online, Netizen Nilai Fasilitasi Pedofilia

Baca Juga

MATA INDONESIA, PARIS – Iklan boneka seks yang dijual di Amazon Perancis mendapat protes keras dari masyarakat. Pasalnya, boneka yang kerap digunakan untuk “gituan” itu dibuat menyerupai anak anak kecil.

Kemarin, Senin 17 Agustus 2020, Pemerintah Perancis langsung bergerak cepat menarik iklan boneka seks yang mirip anak kecil dari situs web Amazon Perancis.

Gerakan anti-pedofilia AIVI Perancis akhir pekan lalu memberitahu pihak berwenang melalui Twitter. Tangkapan layar menunjukkan beberapa boneka seks mirip anak kecil itu dan menuduh Amazon memfasilitasi pedofilia.

BACA JUGA: Viral! Penampakan Sosok Berjalan Mundur di Rumah Pengabdi Setan, Beneran?

Beberapa boneka seks itu berbentuk seperti gadis-gadis pra-puber dengan deskripsi seperti “realistis”, “perawan”, dan “berdada rata” untuk “kepuasan maksimal”. Hal ini kemudian membuat warganet geger.

AIVI juga menunjukkan ini bukan kali pertama boneka seks anak ditemukan di Amazon, karena sebelumnya sudah ada kasus yang sama di Inggris pada 2018. Namun, kini tautan yang dilaporkan AIVI itu tidak bisa diakses lagi.

“Menyusul adanya peringatan asosiasi, yang saya ucapka terima kasih, saya meminta (Amazon Perancis) untuk menghentikan pemasaran boneka seks yang menyerupai anak-anak di platform mereka,” twit Adrien Taquet menteri Perancis yang bertanggung jawab atas perlindungan anak.

BACA JUGA: Viral! PNS Ini Parodikan Gaya PNS Makan di Acara Formal, Paling Kocak Kepala Dinas

Ia melanjutkan, Amazon segera bereaksi dan berkomitmen untuk tetap waspada”. “Menghapus kejahatan anak dari masyarakat kita adalah tanggung jawab semua orang,” tambah Taquet.

Mengenai hal tersebut, pihak Amazon juga turut angkat bicara. Mereka menegaskan bahwa perlindungan anak dan remaja adalah prioritas mereka.

“Semua mitra vendor diwajibkan mengikuti kebijakan penjualan kami, dan setiap pelanggaran akan ditindak dengan sesuai, termasuk potensi penghapusan akun vendor.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini