Heboh Bertrand Peto Ikut Minum ASI Sarwendah, Bisa Sampai 3 Kali Sehari

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Publik tengah dihebohkan dengan pengakuan presenter Ruben Onsu. Ruben mengungkapkan jika anak angkatnya, Bertrand Peto ikut meminum air susu ibu (ASI) dari sang istri, Sarwendah.

Ruben mengaku ia sengaja meminta Sarwendah untuk memberi ASI juga Bertrand Peto. Bukan tanpa alasan, tindakan ini dilakukan Ruben lantaran merasa iba dengan anak angkatnya tersebut.

Sejak kecil Betrand Peto tak pernah menikmati ASI lantaran harus tinggal terpisah dari orangtuanya. Betrand kecil hanya bisa minum teh.

Tak tega mengenang histori masa kecil anak angkatnya, akhirnya Ruben dan Sarwendah memutuskan untuk memberikan ASI juga kepada Betrand. Sarwendah pun kini terbiasa menyisihkan ASI miliknya yang diberikan untuk putri bungsunya, Thania.

“Istriku itu kan ASI-nya lancar banget, jadi hasil dari pompanya (ASI) kadang-kadang bisa muat dua kulkas, ada yang buat Thania (puteri bungsunya) dan ada yang buat Kakak (Betrand Peto). Kakak minum susu Bunda ya?” kata Ruben pada tayangan Brownis.

“Dikasih ASI itu karena ada satu momen di mana Betrand itu sedih dan diam saja. Betrand melihat adiknya disusui ibunya, Betrand hanya bilang ‘bahagia ya bun jadi Thania, dia minum air susu ibu’. ‘kenapa emangnya?’. ‘kakak waktu kecil minum teh manis’,” cerita Ruben.

Akhirnya Ruben menawarkan kepada Bertrand untuk mengonsumsi ASI. “Ya udah jadi saya tidak mau wawancara dia dan dia sudah jadi anak kami jadi saya tawarin ‘Kakak mau minum susu bunda?’ Kan ada susunya Wendah yang dipompa,” lanjut Ruben.

“Memang kita punya lemari es khusus ASI ya itu buat Betrand Peto. Pagi dia minum, kalau malem dia mau minum ya minum, paling banyak dua sampai tiga kali sehari,” ujar Ruben Onsu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini