Haha! Doyan ‘Wik Wik’, Kemaluan Bebek Ini Infeksi dan Harus Diangkat

Baca Juga

MATA INDONESIA, INGGRIS – Seorang pria di Inggris harus menghilangkan penis bebek miliknya usai mencoba kawin dengan bebek betina hingga 10 kali sehari.

Diansir dari Daily Mail, pada Jumat 6 Desember 2019, Josh Watson (39) mengatakan bebeknya doyan kawin hingga penisnya terinfeksi. ‘Dave the Duck‘ ini diketahui pertama kali terinfeksi pada Oktober karena kawin dengan teman-temannya Dora, Freda dan Edith secara terus menerus.

Bebek peliharaannya diobati dengan diberi resep antibiotik dan obat penghilang rasa sakit. Namun, sakitnya makin parah dan pemiliknya terpaksa merujuknya ke departemen spesies eksotik di Rumah Sakit Hewan Highcroft di Bristol.

Para ahli memutuskan tidak ada pilihan lain dan penis bebek diangkat pada hari Kamis 5 Desember 2019.

Josh berkata, “Dia baik-baik saja sekarang, dia cukup tangguh untuk bebek. Satu-satunya kejatuhannya adalah dia kehilangan keinginannya. Saya pikir dia merasa sangat sedih tentang hal itu.”

“Aku pikir dia dia punya dorongan seks yang tinggi pada dasarnya. Jadi saya pikir itulah yang menyebabkannya. Dia banyak mencoba kawin dengan teman wanitanya. Setiap peluang dia bisa dapatkan. Saya akan mengatakan antara lima dan sepuluh kali sehari, mungkin lebih,” lanjutnya.

Sejak kembali dari rumah sakit, bebek itu dipisahkan dari teman-temannya agar sepenuhnya pulih setelah operasi.

Dokter hewan yang mengoperasi Dave, Sonya Miles, mengatakan Dave terlalu sering kawin hingga menyebabkan penisnya membengkak. Dia terluka dan kemudian itu menjadi terinfeksi.

Pria berusia 31 tahun itu mengatakan jika mereka tidak mengeluarkan penisnya, infeksi bisa menyebar di bagian lain tubuhnya dan membahayakan nyawanya.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini