Baiknya! Polisi Ini Belikan Kue Ulang Tahun pada Remaja yang Kena Tilang, Alasannya Bikin Sedih

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL – Baru-baru ini, video yang menampilkan petugas satlantas Thailand sedang memberikan kue ulang tahun kepada seorang remaja viral di media sosiali.

Dilansir dari World of Buzz, polisi itu diketahui bernama Kanokpan Putthapong. Saat itu dia menangkap seorang remaja yang ngebut-ngebutan dengan sepeda motor tanpa plat nomor.

“Aku sedang bertugas. Sepeda motor ini melaju melebihi batas kecepatan tanpa helm atau plat jadi saya memutuskan untuk menangkapnya,” kata dia seperti dikutip dari World of Buzz pada Rabu, 20 November 2019.

Kepada Putthapong, remaja itu mengaku bahwa aksi ngebut-ngeburan itu dilakukan sebagai pemberontakan kepada orangtuanya yang lupa saat itu dirinya sedang ulang tahun.

Lebih lanjut Putthapong menjelaskan bahwa saat dirinya hendak melakukan penindakan, remaja itu tiba-tiba menangis. Remaja itu kemudian mengatakan bahwa dia baru saja meninggalkan rumah kakaknya dengan marah karena itu adalah hari ulang tahunnya dan tidak ada anggota keluarganya yang peduli.

Setelah mendengar cerita remaja tersebut, Putthapong dengan lembut menyuruhnya duduk dan tenang sebelum kembali ke rumah. Petugas yang ramah itu kemudian menuju ke supermaret terdekat untuk membeli kue dengan lilin yang menyala.

Dia menyerahkan hadiah itu kepada bocah yang terkejut itu dan menenangkan remaja itu sebelum membiarkannya pergi dengan sebuah peringatan. Remaja itu begitu tersentuh oleh tindakan petugas itu, ia menangis lagi. Tapi kali ini, dia menangis bahagia.

Posted by P'Pee Jedsada on Saturday, November 9, 2019

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini