Adhisty Zara Trending Lagi, Video Lipsync “My Life” Sambil Melet Jadi Omongan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Beberapa waktu lalu, Zara Adhisty sempat menjadi perbincangan netizen. Pasalnya, beredar video dirinya bersama sang kekasih, Zaki Pohan sedang berduaan sambil melakukan hal tak senonoh.

Kini, aktris sekaligus mantan personel JKT 48 itu kembali jadi trending topic di Twitter Jumat 6 November 2020. Trendingnya Zara di Twitter karena video yang dia unggah di TikTok.

Dalam video TikTok yang dibuatnya, Zara membuat video tengah rebahan di atas kasur. Pemain film “Dua Garis Biru” itu membuat video dengan iringan lagu milik Billy Joel berjudul “My Life”.

Di video itu, Zara melakukan lypsinc dengan iringan lagu Billy Joel. Bunyi liriknya “I dont care what you say anymore, this is my life,” yang artinya “Saya tidak peduli apa yang Kamu katakan lagi, ini adalah hidup saya.”

Di akhir lipsync itu, Zara memberikan ekspresi seolah mengejek. Ia menjulurkan lidahnya dan Kedua mata Zara pun dalam video itu dibuat juling.

Banyak warganet yang merasa Zara kembali memancing tangan netizen untuk menghujatnya. Padahal, warganet sudah mencoba untuk melupakan video viral Zara beberapa waktu lalu.

Berikut komentar warga Twitter tentang video Zara:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini