Ada Apa dengan Rumah Tangga Aura Kasih dan Eryck Amaral?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kehidupan rumah tangga Aura Kasih dan Eryck Amaral tiba-tiba saja menjadi sorotan publik. Aura tiba-tiba saja menghapus foto dan unfollow Instagram sang suami.

Akun Instagram sang suami tidak ada dideretan akun yang diikuti atau di-follow Aura. Begitu pun dengan akun Instagram Eryck yang juga tak ada foto Aura Kasih di dalamnya.

Sontak, tak sedikit netizen yang menyanyakan hal tersebut kepada Eryck lewat kolom komentar unggahannya.

Isu terus bergulir sementara itu, Aura Kasih tetap terlihat tetap memposting foto bareng sang buah hati, Bella. Namun dalam postingan terbarunya itu, Aura menutup kolom komentarnya.

View this post on Instagram

being mother is a blessing ?

A post shared by spongebob (@aurakasih) on

Selain itu, meskipun diterpa isu tak sedap Aura Kasih tampak tak menghiraukan anggapan netizen. Dalam unggahan Instagram Stories-nya Aura Kasih masih membagikan kegiatannya bayinya.

Tak hanya itu, pelantun ‘Mari Bercinta’ itu juga tampak asyik melakukan perawatan wajah.

Hingga saat ini belum ada keterangan dari Aura Kasih terkait isu keretakan rumah tangganya.

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini