4 Fakta Dua Turis di Bali yang Kendarai Motor Tanpa Busana Sampai Masuk Pemberitaan Dunia

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Publik Bali kembali dibuat geram oleh ulah keterlaluan turis asing. Dilansir dari Daily Mirror, Senin, 25 November 2019, kali ini dua turis asing menggegerkan Bali lantaran melakukan aksi tak senonoh dan mempostingnya di Instagram hingga jadi viral.

Kedua turis bule itu menyewa motor di Bali lantas mengendarainya di kolam renang dalam kondisi tanpa busana. Tak hanya itu, mereka juga melakukan aksi akrobatik aneh dan kemudian memvideokannya serta mempostingnya di Instagram.

Ulah kedua turis ini tak pelak membuat warga Bali geram. Banyak netizen yang kemudian mengecam aksi kedua turis itu di Instagram.

“Kami sebagai orang Bali sangat menghormati setiap wisatawan yang datang untuk mengunjungi pulau kami, tetapi kadang-kadang kami tidak dihormati karena alasan ini. Ya ampun,” komentar seorang netizen.

“Tolong, hormati kami,” kata netizen lainnya yang merupakan warga Bali.

Berikut 4 fakta di balik aksi kelewatan dua turis asing tersebut.

1. Asal Australia

Diketahui, kedua wisatawan laki-laki itu berasal dari Australia.

2. Identitasnya Diketahui

Identitas salah satu turis sudah diketahui. Ia bernama Raymond RB (23 tahun). Raymond lah yang memposting video viral itu di akun Instagramnya sampai akhirnya beredar luas. Bahkan sampai dibagikan di halaman Facebook Bell Twer Times dan dikomentari ribuan netizen.

3. Mengaku Mabuk

Dikutip dari 9News, Raymond mengaku jika aksinya bersama temannya itu disebabkan pengaruh alkohol. “Alasan saya melakukannya adalah karena dipengaruhi alkohol,” kata Raymond.

4. Tak Ingin Disalahkan

Raymond yang kerap berlibur di Bali itu tak ingin disalahkan atas aksinya. “Saya tidak terlalu terganggu oleh orang-orang yang mengatakan saya belum dewasa. Aku hanya tidak ingin orang mengira itu skuter rental (itu), aku tidak menghormati penduduk setempat,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini