Imbas Cuaca Panas, Jemaah Haji Disarankan Pakai Masker dan Konsumsi Gula Aren

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Meskipun pemerintah Saudi telah membebaskan penggunaan masker seiring dengan kondisi pandemi Covid-19 di dunia kian membaik. Namun, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Dr Abdul Aziz Ahmad, meminta jemaah haji Indonesia tetap mengenakan masker selama berada di Tanah Suci.

Aziz menjelaskan, penggunaan masker sangat penting bagi jemaah mengingat cuaca di musim haji tahun ini cukup panas.

“Kalau kita tidak hanya di Madinah, sudah banyak yang tidak masker. Tapi karena cuaca sangat ekstrem lebih baik pakai masker. Supaya terbebas dari debu,” kata Aziz saat saat berbincang santai dengan petugas Media Center Haji di Kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah, Saudi, Jumat 3 Juni 2022.

Aziz juga meminta jemaah selalu membawa makanan ringan agar tidak kelaparan. Dubes bahkan memberikan tips untuk jemaah agar tetap tubuh tegap bugar selama melaksanakan serangkaian ibadah.

“Jemaah Indonesia juga bisa membawa gula aren untuk dikonsumsi. Itu penting. Lalu bawa air zam-zam di botol kecil. Itu sangat membantu proses kesegaran tubuh kita dan kesiapan fisik kita. Apalagi kalau pakai masker akan jauh lebih aman,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Aziz mengaku sangat bahagia karena pemerintah Saudi memberikan banyak kemudahan untuk bagi Indonesia terlebih menyambut musim haji 1443H/2022M.

Meskipun ada syarat yang wajib yang harus tetap dipenuhi bagi jemaah seperti kewajiban PCR 72 jam sebelum terbang dan vaksin booster.

“Kita patut berbangga karena Arab Saudi sudah menyiapkan dengan sangat luar biasa. Bagi saya ini mukjizat,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini