Bubi, Pejuang Kemerdekaan yang Baru Naik Haji Tahun Ini

Baca Juga

MINEWS, DELI SERDANG – Alangkah bahagianya Bubi Bin Abdullah di tahun 2019 ini. Pejuang Veteran 45 ini akhirnya bisa menunaikan ibadah haji bersama kelompok terbang 16 Embarkasi Medan.

Tak mudah bagi Bubi untuk memenuhi panggilan ibadah haji kali ini. Dia harus rajin menabung dan bersabar menunggu hampir tiga tahun agar bisa berangkat haji ke Tanah Suci.

“Saya senang bisa ikut melaksanakan ibadah haji di tanah suci Mekkah,” kata Bubi, usai pemberangkatan sebanyak 393 jamaah haji kelompok terbang (Kloter) 16 di Asrama Haji Medan, Sumatera Utara, Minggu 28 Juli 2019.

Semasa mudanya, Bubi mempertahankan dan merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah kolonial Belanda. Niatnya yang kuat menunaikan ibadah haji tahun 2019 ini, karena dia pernah bermimpi dan seolah-olah sudah berada di Mekkah.

Sehubungan dengan itu, maka dia pada 2016 mendaftar calon haji ke Kantor Kementerian Agama (Kakanmenag) Kabupaten Deli Serdang.

Ia bersama 392 jamaah calon haji Kloter 16 Embarkasi Medan, Provinsi Sumatera Utara lainnya yang berangkat ke Mekkah melalui Bandara Internasional Kuala Namu, Kabupaten Deli Serdang, Minggu pukul 18.30 WIB.

Dari 393 jamaah calon haji itu, sebanyak 380 orang dari Kabupaten Deli Serdang, 3 orang dari Kabupaten Serdang Bedagai, 2 orang dari Kota Medan, dan 1 orang dari Kota Binjai.

Pimpinan Kloter 16 Embarkasi Medan adalah Ansoruddin Saidin Nasution Bin Saidin Nasution. Data di Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, warga Sumatera Utara yang berangkat menunaikan ibadah haji pada 2019 sebanyak 8.641 orang.

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini