Supaya Kuat Puasa, Jangan Konsumsi Makanan Ini saat Sahur

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sahur adalah momen penting agar tahan puasa selama kurang lebih 13 jam. Tapi, ada makanan yang sebaiknya dihindari saat sahur.

Banyak orang puasa biasanya malas bangun dan masak. Jalan keluarnya adalah dengan mengonsumsi makanan instan dan cepat saji.

Padahal, makanan cepat saji dan instan sebaiknya dihindari dikonsumsi saat sahur. Selain karena tak bagus untuk tubuh, makanan instan bisa membuat cepat lapar.

Berikut makanan yang harus dihindari saat sahur:

  1. Makanan cepat saji
    Makanan cepat saji seperti nugget, sosis, atau ayam frozen biasanya menjadi andalan saat sahur karena praktis. Tapi, makanan tersebut tidak baik untuk tubuh orang yang puasa.

Pasalnya, makanan cepat saji mengandung banyak minyak karena prosesnya digoreng. Kadar minyak tinggi sulit dicerna tubuh yang mengakibatkan lemas karena asupan gizi tak seimbang.

  1. Makanan instan

Selain makanan cepat saji, makanan instan seperti mie juga harus dihindari saat sahur. Makanan instan biasanya berbahan dasar tepung yang cuma mengandung karbohidrat. Kandungan itu mudah dicerna tubuh sehingga membuat cepat lapar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini