Ini Dia 4 Tips Kurangi Rasa Lapar saat Berpuasa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Umat Muslim seluruh dunia kini tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Minggu-minggu pertama pasti sulit untuk menahan hawa nafsu, terutama rasa lapar dan haus.

Hal tersebut membutuhkan proses adaptasi yang mana biasanya kita sering makan di siang hari.

Nah, berikut tips agar mengurangi rasa lapar ketika kita tengah menjalankan ibadah puasa. Simak ulasannya di bawah ini!

  1. Pembagian porsi makan

Sebagian orang yang berpuasa biasanya merasa kurang bertenaga atau mungkin daya tahan tubuhnya turun karena kurang asupan makan. Maka disarankan untuk mengonsumsi sekitar 40 persen dari total kalori per hari pada saat sahur.


Melalui makan besar sebanyak 30 persen. Ditambah dengan asupan camilan sembari menunggu waktu imsak sekitar 10 persen dan minum air mineral sebanyak dua gelas.

Sedangkan untuk buka puasa, kalian bisa menyantap makanan lebih banyak atau sekitar 60 persen porsi makan. Berbukalah dengan yang manis sekitar 15 persen.

  • Makan dan minum yang mengandung karbohidrat

Disarankan ketika sahur untuk tidak meminum teh. Lebih baik minum susu atau air mineral lebih banyak.

Selain itu, asupan makanannya juga harus yang mengandung sumber karbohidrat seperti nasi, oat, kentang, bihun. Sedangkan lauknya harus mengandung protein seperti ikan, ayam, telur, tahu, dan tempe.

Perlu dicatat juga untuk menggunakan sedikit minyak untuk menimbulkan rasa enak pada makanan. Sebaiknya juga kalian memakan sayur dan buah dengan tinggi serat untuk menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama.

  • Hindari konsumsi mi instan saat sahur

Pasti ada di antara kalian yang makan mi instan saat sahur dan beranggapan makanan itu sama saja seperti dengan mengonsumsi makanan lain.

Eits, jangan salah, nyatanya mi instan merupakan makanan yang memiliki karbohidrat yang sedikit. Makanya, kita merasa kenyang walau hanya sesaat.

Melansir dari Everyday Health, karbohidrat ini sering kali disebut sebagai ‘karbohidrat yang buruk’. Karena mi instan pada dasarnya adalah gula.


Walau tetap memberikan sumber energi, tapi proses peleburan karbohidratnya cukup singkat. Tak ada kandungan serat atau zat lainnya dalam mi instan sehingga kita perlu mengindari konsumsi mi instan agar tak mudah lapar.

  • Cari kesibukan yang produktif

Saat berpuasa kita pasti rentan merasakan bosan dan timbullah rasa lapar karena kita berfokuskan menahan nafsu. Maka untuk mengisi waktu luang, kalian cobalah cari kesibukan yang produktif seperti membersihkan rumah, membaca buku, jalan-jalan, atau kegiatan lainnya.

Aktivitas tersebut dapat mengalihkan perhatian kita pada rasa lapar. Sehingga kalian bisa berpuasa dengan maksimal tanpa ada kendala.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini