Zidane Sebut Real Madrid Diremehkan

Baca Juga

MATA INDONESIA, MADRID – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane yakin timnya saat ini diremhkan. Padahal, saat ini Los Blancos sudah kembali ke trek yang benar.

Di awal musim, penampilan Madrid memang kurang meyakinkan. Los Merengues pernah hampir terdepak dari fase grup Liga Champions yang berisikan Inter Milan, Borussia Monchengaldbach, dan Shakhtar Donetsk.

Tapi, mereka berhasil bangkit dan lolos dari fase grup sebagai pemuncak. Kini, Madrid berada di perempatfinal Liga Champions dan akan menghadapi Liverpool pada leg pertama, Rabu 7 April 2021 dini hari WIB di Alfredo Di Stefano Stadium.

Madrid juga menjadi satus-satunya wakil Spanyol tersisa di Liga Champions. Tiga wakil lainnya, Barcelona, Sevilla, dan Atletico terhenti di 16 besar.

Di LaLiga, Madrid juga sempat terpental dari persaingan juara dimana Atletico memimpin jauh di puncak klasemen. Perlahan, El Real bangkit dan kini hanya terpaut tiga poin dengan Atletico.

“Saya pikir demikian,” kata Zidane, ketika ditanya apakah saat ini Madrid masih diremehkan dikutip dari Marca, Selasa 6 April 2021.

“Pada akhirnya, kami pantas mendapat kepercayaan. Apa yang bisa kami lakukan saat ini adalah melakukan pekerjaan kami setiap hari. Apa yang sudah dikatakan, kami tidak bisa mengubah semuanya,” ujarnya.

“Sepanjan sejarah, tim ini mampu membalikkan situasi yang selama ini dikatakan. Kami tidak pernah menyerah, tidak pernah. Selama ada kesempatan, kami selalu berjuang. Kami memang pernah mengalami momen sulit. Sekarang kami dalam momen bagus. Kami harus terus berjuang,” ungkapnya.

Menghadapi Liverpool lagi sejak 2018, Zidane tak ingin lagi mengingat partai final Liga Champions itu.

“Kami tak ingin mengingat apa yang terjadi di masa lalu. Masa lalu adalah masa lalu. Saat ini kami fokus pada masa kini. Ini pertandingan berbeda bagi mereka dan Madrid. Pendekatan kami juga berbeda. Kami mempersiapkan diri untuk pertandingan berbeda,” ujar Zidane.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini