Wow, Putin Sebut Rusia Punya Senjata Tidak Terkalahkan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut uji coba rudal hipersonik baru dari kapal selam yang dilakukan pada Senin 4 Oktober lalu sebagai senjata yang tidak terkalahkan. Pernyataan ini tidak lepas dari upaya Rusia yang beberapa tahun terakhir menggembar-gemborkan pengembangan senjata untuk menandingi Amerika Serikat (AS) dalam perlombaan senjata.

Rudal hipersonik ini dinilai bisa menjadi senjata yang tidak terkalahkan karena mampu melaju lebih dari lima kali kecepatan suara dan melakukan manuver di tengah perjalanan. Kondisi ini membuatnya sulit untuk dilacak dan dicegat dibandingkan proyektil tradisional.

Penembakan rudal Zircon oleh militer Rusia dilakukan dari kapal selam nuklir Severodvinsk dan mencapai target uji di Laut Barents.

“Uji coba peluncuran rudal Zircon dari kapal selam nuklir dianggap berhasil,” kata Kementerian Pertahanan dalam pernyataannya yang dikutip dari AFP.

Putin dalam pidato kenegaraannya pada tahun 2018 sempat mengungkit senjata hipersonik baru termasuk Zircon. Ia juga menekankan bahwa senjata tersebut mampu mencapai target di laut dan di darat dengan jangkauan 1000 kilometer.

Maka, Zircon akan bergabung dengan kendaraan luncur hipersonik Avangard yang mulai beroperasi pada tahun 2019, dan rudal Kinzhal yang diluncurkan dari udara di gudang senjata Rusia.

Peluncurannya pun dilakukan seminggu setelah Korea Utara juga menguji senjata hipersonik baru hal ini sekaligus menjadikannya negara baru yang bergabung dalam perlombaan senjata hipersonik. Meski demikian, para ahli menyepakati untuk saat ini Rusia unggul dalam perkembangannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini