Wisma Atlet Siap Hadapi Lonjakan Hingga 10 Ribu Kasus Covid19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menghadapi arus balik ke Jabodetabek, Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid19, Wisma Atlet Kemayoran menyediakan hingga 10 ribu tempat tidur.

Tahap awal jumlah tempat tidur yang disediakan mencapai 5.000 unit disediakan untuk menghadapi lonjakan kecil.

“Kita punya kapasitas 5.000 orang. Kalau ada lonjakan sangat tinggi, maka kapasitas bisa penuh. Kita bisa mengembangkan menjadi 10 ribu tempat tidur,” ujar Koordinator RSD Wisma Atlet, Mayjen Tugas Ratmono, Senin 17 Mei 2021.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, usai menghadapi libur panjang akan diikuti dengan kenaikan hingga 30-50 persen jumlah pasien yang harus dirawat di RSD Wisma Atlet.

Maka sekarang dia menyiapkan fasilitas kesehatan termasuk tenaga kesehatan dan obat-obatan untuk menghadapi kenaikan tersebut.

Saat ini tingkat okupansi atau keterisian RSD Wisma Atlet baru 15,5 persen sehingga diharapkan masih mampu menghadapi peningkatan pasien tersebut.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini