WHO: Corona Bikin Kehidupan Baru, Dia Tetap Bersama Manusia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Gebreisus menyebut virus corona atau SARS-Cov-2 akan membuat kehidupan ‘dunia normal’ yang baru. Sebab virus penyebab Covid19 itu akan tetap bersama manusia di seluruh dunia.

“Tetapi, dunia tidak akan dan tidak dapat kembali lagi ke cara lama. Harus ada ‘kondisi normal yang baru’ yaitu dunia harus lebih sehat, aman dan dipersiapkan dengan baik. Tindakan kesehatan masyarakat yang sudah dimulai sejak wabah merebak harus menjadi tulang punggung di seluruh negara,” begitu pernyataan Tedros dalam media briefing yang dikutip Kamis 22 April 2020.

Dia juga menilai gerakan ‘diam di rumah’ dan ‘jaga jarak’ atau ‘physical distancing’ telah berhasil menekan penyebaran di banyak negara.

Meski begitu virus itu, menurut Tedros, tetap sangat berbahaya. Bukti awal mengungkap banyak populasi yang tetap rentan. Artinya wabah yang diakibatkan virus tersebut dapat dengan mudah merebak ulang.

Tedros menegaskan tidak ada cara lain untuk menghentikan penyebaran virus tersebut dengan menemukan setiap kasusnya, mengisolasi orang yang positif, melakukan tes setiap kasus, merawat dengan baik setiap kasus terinfeksi serta melacak dan mengarantina setiap orang yang kontak dengan penderita positif.

Selain itu, lebih sering mengedukasi, dan menguatkan masyarakat bahwa perang melawan virus ini tidak bisa efektif tanpa mengerahkan masyarakat dan tanpa partisipasi penuh seluruh warga.

Negara-negara yang tidak menerapkan enam hal tersebut secara konsisten akan banyak kasus positif dan akan banyak nyawa hilang.

WHO menganjurkan untuk menemukan dan melakukan tes setiap kasus corona. Organisasi itu juga berkomitmen mendukung seluruh negara yang menyelamatkan setiap nyawa manusia dalam wabah ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini