Waspadai Turunan Varian Delta, AY.4.2 Karena Picu Lonjakan Kasus Covid-19 di Eropa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemerintah pusat sedang mewaspadai varian baru yang merupakan turunan Varian Delta dan diberi nama AY.4.2. Varian itu yang memicu lonjakan kasus Covid-19 di Eropa.

Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, di Jakarta, Senin 25 Oktober 2021.

“Kami sudah dilihat bahwa di Inggris ada satu varian yang berpotensi mengkhawatirkan yaitu AY.4.2 yang belum masuk Indonesia dan kami terus monitor perkembangannya,” ujar Budi.

Banyak pakar mengungkapkan AY.4.2 memiliki kemampuan menular lebih cepat dibandingkan Delta.

Menteri Kesehatan menyatakan Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) telah memindahkan ‘Varian Delta Plus’ itu ke dalam kategori varian yang sedang diselidiki.

Hingga kini varian tersebut belum terdeteksi di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini