Waspada! Ternyata Seperti Ini Cara Teroris Kumpulkan Dana

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Banyak cara yang bisa dilakukan oleh kelompok teroris untuk mengumpulkan dana. Salah satunya yang sedang didalami Polri dimana ada lembaga yang menghimpun dana seolah-olah digunakan untuk kegiatan masyarakat.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Presetyo mengatakan ada perusahaan dan lembaga masyarakat yang mengelola hal itu dikumpulkan dalam satu rekening. Dan mereka yang meminta mengatasnamakan masyarakat.

Namun kenyataannya, kata dia dana tersebut bukan untuk kepentingan umat, tapi digunakan untuk kepentingan organisasi dia dan juga digunakan untuk membeli beberapa bahan-bahan yang dirakit jadi bahan peledak.

Polri belum merinci lembaga apa yang menjadi wadah kelompok teroris untuk menghimpun dana. Saat ini polisi masih memilah-milah lembaga tersebut.

Polri juga bekerja sama dengan PPATK untuk mengungkap aliran dana tersebut. Lembaga yang terbukti menyalurkan dana kepada kelompok teroris akan diblokir rekeningnya.

“Kita tetap kedepankan asas praduga tak bersalah dulu. Ketika memang cukup kuat bukti baru bertindak,” katanya.

Dedi mengimbau masyarakat agar cermat dalam menyalurkan dana kemanusiaan. Dia juga mengatakan lembaga kemanusiaan harus melakukan audit publik agar tak terjadi penyelewengan.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini