Waspada, KST Papua Manfaatkan Hutan untuk Melarikan Diri

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Personil gabungan TNI-Polri mengamankan salah seorang anggota kelompok separatis dan teroris (KST) Papua yaitu Adi Rawai di Kampung Tua, tepatnya di atas Gunung Impura Kampung Ambaidiru, Distrik Kosiwo, Yapen, Papua pada Kamis 9 Desember 2021.

Penangkapan Adi Rawai berawal dari adanya kontak tembak antara KST Papua dengan TNI-Polri. Saat itu personil TNI tengah menggelar patroli rutin dan menerima tembakan sebanyak dua kali dari KST Papua.

Kontak tembak ini ternyata membuat KST Papua melarikan diri ke hutan dan bersembunyi di puncak gunung. Namun selain akhirnya berhasil mengamankan satu pelaku bernama Adi Rawai, aparat keamanan menemukan pondok di atas Gunung Impura, Kampung Ambaidiru.

 “TNI terutama pasukan yang sudah terlatih dalam peperangan hutan tidak perlu diragukan kemampuannya. Namun kasus di Papua tidak semata hanya kemampuan teknis tetapi banyak faktor termasuk pertimbangan agar masyarakat tidak menjadi korban yang sering kali dijadikan tameng hidup oleh KST Papua,” kata Stanislaus kepada Mata Indonesia News, Sabtu 29 Januari 2022

Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Ahmad Mustofa Kamal menyebut sudah menyita sejumlah barang bukti mulai dari gergaji hingga parang. Selain itu ada juga senjata rakitan dan bendera bintang kejora berukuran kecil.

Pihaknya pun telah melakukan pendekatan persuasif terhadap masyarakat simpatisan kelompo tersebut sehingga tidak lagi terhasut oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Dalam kontak tembak tersebut tidak terdapat korban jiwa. Personil gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang diketahui berinisial HM,PM dan YR,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini