Waspada, Asteroid Penghancur Rusia Menuju Bumi dengan Kecepatan 50 Ribu Km/jam

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebuah asteroid yang dikenal dengan nama SV5 2020 menuju bumi. Asteroid ini memiliki ukuran 20 meter.

Melansir econoTimes, para astronom mengungkapkan bahwa SV5 meluncur di luar angkasa dan menuju Bumi dengan kecepatan 13,7 kilometer per detik atau setara 50.000 kilometer per jam.

Asteroid ini memiliki ukuran serupa dengan meteor yang menghancurkan kota Chelyabinsk, Rusia pada tahun 2013. Kala itu, meteor tersebut mampu menghancurkan ribuan bangunan dan melukai lebih dari 1.400 orang.

NASA mengatakan, SV5 2020 yang diklasifikasikan sebagai Objek Dekat Bumi atau NEO. NEO adalah komet dan asteroid yang telah didorong oleh tarikan gravitasi planet terdekat ke dalam orbit yang memungkinkan mereka memasuki lingkungan Bumi. Sebagian besar terdiri dari es air dengan partikel debu yang tertanam.

Saat melintas, SV5 hanya berada sedekat lebih dari tiga kali jarak antara Bulan dengan Bumi. Sebagai gambaran, Bulan membutuhkan 27 hari untuk mengorbit Bumi.

Meski begitu, SV5 2020 ternyata tak menimbulkan ancaman bagi bumi, saat melintas pada 30 September 2020 kemarin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini