Warga Mengadu ke Ganjar Pranowo, Ada 53 WNI Disekap di Kamboja

Baca Juga

MATA INDONESIA,PNOM PENH – 53 warga Indonesia saat ini sedang disekap di Kamboja. Mereka menjadi korban penipuan perusahaan investasi bodong di Sihanoukville, Kamboja.

Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI pada Kamis, 28 Juli 2022, mengkonfirmasi laporan dari KBRI Pnom Penh yang membenarkan penyekapan warga Indonesia.

KBRI Pnom Penh telah menghubungi Kepolisian Kamboja untuk permohonan bantuan pembebasan WNI tersebut sambil terus menjalin komunikasi dengan mereka.

Kasus ini berawal setelah Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menerima aduan terkait dugaan penyekapan terhadap puluhan warga negara Indonesia (WNI) di Kamboja. Laporan itu melalui akun Instagram Ganjar.

Warganet yang mengadukan itu adalah pemilik akun @angelinahui97. Ia melaporkan adanya penyekapan terhadap 54 WNI di Kamboja. Melalui unggahan itu, dia meminta tolong kepada Ganjar Pranowo agar segera membantu.

Setelah menerima pengaduan, Ganjar meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jateng melakukan pengecekan. ”Segera cek @nakertrans.provjateng,” perintah Ganjar, Kamis 28 Juli 2022.

Pemprov Jateng kemudian mengecek ke pihak terkait.  “Kami langsung menindaklanjuti laporan itu dan mendapat informasi dari WNI atas nama Mohammad Effendy. Dia mewakili 54 WNI yang bekerja di negara Kamboja yang  mengalami penipuan penempatan tenaga kerja. Dan terjadi tindak pidana perdagangan orang (TPPO),” kata Kepala Nakertrans Jateng Sakina Rosellasari.

Ia menyebut para WNI di Kamboja itu akan bekerja sebagai operator, petugas call center, dan bagian keuangan. ”Modus pemberangkatan secara ‘unprosedural’ dengan menggunakan agensi perseorangan dengan setiap WNI yang berangkat dari agensi berbeda. Menurut Informasi dari yang bersangkutan tiga hari kemudian mereka akan dijual ke pihak lain,” katanya.

Kemudian, pihaknya melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Selain itu, Sakina mengatakan Kemenlu dan KBRI Kamboja segera menangani persoalan ini. KBRI juga mendalami kasus bekerja sama dengan otoritas setempat.

Kasus penipuan di perusahaan investasi bodong semakin marak terjadi seiring banyaknya tawaran bekerja di Kamboja melalui media sosial. Pada 2021, KBRI Pnom Penh telah menangani dan memulangkan 119 WNI korban investasi bodong.

Sedangkan pada 2022, kasus serupa justru semakin meningkat. Hingga Juli 2022, tercatat ada 291 WNI menjadi korban. Dari jumlah itu, sebanyak 133 orang sudah pulang ke Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Motor Listrik Nasional dan Momentum Indonesia Berani Mandiri di Sektor Otomotif

Oleh : Naya RahmadiaPemerintah tengah menyiapkan langkah penting dalam sejarah industri otomotif nasional melaluipeluncuran motor listrik nasional karya anak bangsa. Rencana tersebut menjadi penanda bahwaIndonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar bagi produk otomotif global, tetapi mulai menegaskanposisinya sebagai negara yang mampu membangun ekosistem industri kendaraan sendiri. Momentum ini memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar menghadirkan produkbaru. Kehadiran motor listrik nasional mencerminkan keberanian Indonesia untuk memperkuatkemandirian industri, meningkatkan daya saing manufaktur, sekaligus mempercepat transformasimenuju ekonomi hijau yang berkelanjutan. Di tengah perubahan global menuju kendaraanrendah emisi, langkah ini merupakan keputusan strategis yang layak diapresiasi karenamenunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap penguatan kemampuan industri nasional.Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan bahwa Indonesia akan segera memiliki motor listrik nasional yang diproduksi oleh putra-putri bangsa. Tidak hanya motor listrik, pemerintahjuga menargetkan lahirnya mobil nasional yang menjadi simbol kebangkitan industri otomotifIndonesia. Pernyataan tersebut memperlihatkan optimisme pemerintah terhadap kemampuananak bangsa dalam mengembangkan teknologi kendaraan masa depan. Presiden juga menegaskan pentingnya keberanian memilih produk dalam negeri meskipun pada tahap awalmasih menghadapi berbagai tantangan, sebab tanpa keberpihakan terhadap industri nasional, Indonesia akan terus bergantung pada produk impor dan kehilangan kesempatan membangunkapasitas industrinya sendiri.Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa peluncuran motor listrik nasionalmerupakan bukti bahwa bangsa Indonesia mampu menghasilkan karya besar apabila memilikikemauan dan tekad bersama. Ia juga menegaskan bahwa setiap kekurangan yang mungkin masihditemukan pada tahap awal harus dipandang sebagai bagian dari proses penyempurnaan, bukansebagai alasan untuk menghentikan langkah. Menurutnya, keberhasilan motor listrik nasionaltidak hanya memberikan dampak pada sektor otomotif, tetapi juga menjadi bagian dari strateginasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak berbasis fosil sertamemperkuat ketahanan energi nasional.Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan industri kendaraan listrik memilikidimensi yang sangat luas. Selain meningkatkan nilai tambah sektor manufaktur, kendaraan listrikjuga berkontribusi terhadap efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, serta pemanfaatansumber daya mineral Indonesia yang melimpah. Indonesia merupakan salah satu produsen nikelterbesar di dunia, komoditas yang menjadi bahan utama pembuatan baterai kendaraan listrik. Dengan membangun rantai industri dari hulu hingga hilir, Indonesia memiliki peluang besarmenjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik global. Peluncuran motor listrik nasionalmenjadi salah satu mata rantai penting dalam strategi hilirisasi yang selama ini terus didorongpemerintah.Keberadaan motor listrik nasional juga membuka peluang lahirnya berbagai inovasi baru darikalangan akademisi, pelaku usaha, perusahaan rintisan, hingga lembaga penelitian. Ekosistemkendaraan listrik membutuhkan pengembangan teknologi baterai, perangkat lunak, sistempengisian daya, komponen elektronik, hingga layanan purnajual yang semakin modern. Seluruhkebutuhan tersebut dapat menjadi ruang bagi tumbuhnya industri baru yang memberikan efekberganda terhadap perekonomian nasional. Dengan demikian, manfaat yang dihasilkan tidakhanya dirasakan oleh produsen kendaraan, tetapi juga oleh ribuan pelaku usaha kecil dan menengah yang menjadi bagian dari rantai pasok industri otomotif nasional.Tidak kalah penting adalah dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja berkualitas. Pengembangan industri kendaraan listrik membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensidi bidang teknik, elektronika, teknologi informasi, manufaktur modern, serta riset dan pengembangan. Hal ini akan mendorong dunia pendidikan untuk menyesuaikan kurikulumdengan kebutuhan industri masa depan sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang lebihadaptif terhadap perkembangan teknologi. Transformasi tersebut menjadi investasi jangkapanjang yang akan memperkuat daya saing Indonesia di era ekonomi berbasis inovasi.Dukungan kebijakan pemerintah juga menjadi faktor penting dalam mempercepat perkembanganindustri kendaraan listrik nasional. Rencana pemberian insentif bagi kendaraan listrikmenunjukkan adanya keseriusan pemerintah dalam menciptakan pasar domestik yang sehatsekaligus mendorong percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan. Insentif tersebutdiharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat, memperluas penggunaan kendaraanlistrik, serta memberikan ruang bagi industri nasional untuk berkembang secara berkelanjutan. Kebijakan yang konsisten akan menciptakan kepastian bagi investor sekaligus mempercepatterbentuknya ekosistem kendaraan listrik yang semakin matang.Pada akhirnya, peluncuran motor listrik nasional merupakan simbol dari keberanian Indonesia untuk melangkah menuju kemandirian industri otomotif. Keberhasilan program ini tidak hanyaditentukan oleh kualitas produknya, tetapi juga oleh sinergi pemerintah, dunia usaha, perguruantinggi, lembaga riset, dan masyarakat dalam mendukung penggunaan produk karya anak bangsa. Momentum ini patut dijadikan titik awal untuk membangun kepercayaan bahwa Indonesia memiliki kemampuan menjadi produsen teknologi, bukan sekadar konsumen. Dengan komitmenyang berkelanjutan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini